Sabtu, 07 Mei 2016

Trik Membaca Kepribadian dan Menarik Informasi Melalui Tangan



Di antara berbagai anggota tubuh, “TANGAN” mampu memberikan kita berbagai informasi mengenai profesi, tingkat dan strata sosial serta kebiasaan seseorang. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai hal tersebut. 

Tangan adalah anggota alat gerak bagian atas yang paling berperan penting dalam aktivitas manusia. Hal ini menyebabkan karakter-karakter menonjol akibat kebiasaan dan aktivitas manusia muncul pada tangan. Dengan munculnya karakter-karakter tersebut, maka kita akan mampu membaca informasi mengenai profesi, strata sosial, hobi dan aktivitas manusia. Berikut adalah cara menarik informasi melalui pengamatan terhadap tangan:

1.   Kuku


Di antara semua karakteristik pada tangan, kuku adalah yang paling mudah untuk dibaca. Dengan membaca kuku, kita bisa menarik informasi mengenai kepribadian, profesi, hobi dan kebiasaan, tingkat kebersihan dan penyakit dari orang yang kita amati:

a.   Ujung Kuku


Melalui pengamatan terhadap ujung kuku, kita akan mampu membaca mengenai profesi, tingkat kebersihan, keadaan mental dan kebiasaan seseorang. Sebagai contoh, orang yang memiliki ujung kuku hitam tidak selalu menunjukkan kalau dirinya merupakan orang yang memiliki tingkat kebersihan yang jelek. Hal ini juga bisa menunjukkan kalau dirinya bekerja di ladang, sawah atau sebagai montir mobil. Pada petani, ujung kuku hitam terjadi karena tangan petani seringkali berinteraksi dengan tanah dan lumpur. Pada orang yang bekerja sebagai montir, warnanya tidak terlalu pekat dan tidak terlalu kecoklatan seperti pada orang yang bertani. Hal ini dikarenakan montir mobil seringkali berinteraksi dengan oli ketika bekerja sehingga berakibat pada ujung jarinya. Pada kuli bangunan walaupun mereka memiliki otot tangan yang hampir sama dengan petani (bahkan lebih besar), namun ujung jari mereka berwarna agak lebih pudar jika dibandingkan dengan petani. Itu disebabkan karena mereka lebih sering berinteraksi dengan pasir dan semen daripada tanah dan lumpur. Pada pelukis profesional, bekas dari cat-cat air dan minyak akan terlihat jelas di ujung kukunya.



Ujung kuku juga menunjukkan tingkat profesionalitas dari seseorang. Orang yang bekerja sebagai profesional dibidangnya, akan selalu berinteraksi dengan orang lain. Profesi seperti sales misalnya, akan berusaha menjaga panjang ujung kukunya. Hal ini dikarenakan dengan banyaknya interaksi sosial, maka akan banyak pula kita melakukan salaman. Kita tidak mungkin mau menggores tangan orang lain pada saat bersalaman. Profesi lain yang banyak berinteraksi dengan orang lain seperti misalnya politikus dan pebisnis juga berusaha mempertahankan kebiasaan ini. Orang yang bekerja sebagai seniman profesional (band, pelukis, dll) juga memotong ujung kuku mereka supaya tidak mengganggu performa mereka. Atlet-atlet profesional juga melakukan hal yang sama.




Sebaliknya, orang-orang yang bekerja tidak sebagai profesional akan terlihat memanjangkan kukunya. Pengangguran juga biasanya tidak terlalu memiliki regulasi tertentu mengenai panjang kuku sehingga mereka bisa memanjangkan kuku sebebas hatinya. Orang yang tidak memiliki pekerjaan yang tetap juga biasanya memiliki karakteristik ini.

Ujung kuku yang kotor dan tidak terawat dengan baik biasanya menunjukkan mengenai tingkat pendidikan seseorang. Orang yang tidak sekolah sama sekali, biasanya memiliki kuku yang tidak terawat dan bahkan memiliki ujung yang hitam. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin terawat pula kuku dan ujung kuku orang tersebut. Beberapa bahkan melakukan mannicure untuk merawat kuku dan ujung kuku mereka. Walaupun begitu, ada juga orang yang memiliki ujung kuku yang panjang dan hitam dikarenakan penyakit parah yang dia miliki. Apabila seseorang sakit parah, maka ada kemungkinan kalau dirinya hampir-hampir tidak bisa merawat dirinya sehingga tingkat kebersihannya menurun drastis.


Dengan melihat ujung kuku, kita juga akan mampu melihat tingkat stress dan tekanan yang dimiliki seseorang. Sebagian orang yang sedang tertekan ada yang menggigiti ujung kukunya, namun hal ini juga bisa saja menyangkut kebiasaan (bukan tekanan), karena itulah penting untuk melihat faktor pendukung lain sehingga kita tidak terlalu berasumsi dan memiliki kesimpulan yang jelas.

b.   Warna dan Panjang Kuku


Jika kita pergi ke dokter, bagian tubuh manakah yang sering dokter periksa? Yang pertama mungkin detak jantung dengan menggunakan stetoskop, yang kedua mata dengan mengecek warna mata dan respon pupil, yang terakhir adalah WARNA KUKU.

Kuku mampu memberikan kita berbagai petunjuk penting. Panjang kuku misalnya mampu memberikan kita informasi mengenai sifat dan pribadi seseorang. Kuku yang pendek menunjukkan pribadi pekerja keras. Di sisi lain, orang pemalas seperti saya memiliki kuku yang panjang (ingat, kuku ya! Bukan ujung kuku). Hal ini wajar, mengingat tekanan pada tangan (dari pekerja keras) juga memberikan tekanan pada kuku sehingga kuku memendek. Namun hal ini juga bisa mengindikasikan faktor genetik sehingga amati juga faktor pendukung lain. Jangan melompat terlalu jauh ke kesimpulan apabila kita tidak mengamati faktor lainnya.

Kuku juga bisa memberikan kita petunjuk mengenai penyakit yang dia derita. Berbagai gejala penyakit bisa dilihat dari kuku seseorang. Penyakit kulit Psiriasis misalnya membuat kuku berubah warna menjadi kekuningan pekat seperti warna dahak (kuku orang sehat berwarna merah muda). Pada orang yang terkena Hepatitis B, kuku berubah warna menjadi warna kuning. Pada perokok berat, kuku jari berubah warna menjadi warna kuning akibat berkurangnya oksigen dikarenakan diikat oleh karbonmonoksida (CO) yang masuk melalui rokok.

c.    Aksesoris Kuku
Melalui pengamatan terhadap aksesoris-aksesoris yang ada pada kuku, kita bisa menilai banyak mengenai pribadi dan status sosial orang yang kita amati. Orang yang memiliki jiwa flamboyan dan ceria cenderung menambahkan aksesoris-aksesoris kuku yang lucu menurutnya. Di sisi lain orang yang mengecat kukunya dengan warna merah menunjukkan pribadi yang dewasa atau ingin dilihat dewasa. Dengan mengetahui jenis aksesoris kuku dan asal-usul tempat pemberian aksesoris kuku, kita juga bisa mengetahui tingkat ekonomi dari pengguna cat kuku tersebut. Pada beberapa laki-laki, penggunaan aksesoris kuku biasanya hanya untuk menambahkan aura tertentu pada dirinya. Sebagai contoh, banyak penyanyi beraliran rock dan heavy metal yang mengecat kukunya menjadi hitam hanya untuk membuat dirinya seolah memiliki aura mistis. Pada laki-laki dengan kecenderungan gender tertentu, aksesoris kuku digunakan untuk membuat dirinya terlihat feminim. Mengenai aksesoris kuku sendiri, kita perlu melakukan penelitian dan pengamatan yang lebih mendalam terlebih dahulu.

2.   Kapal


Maaf sebelumnya, mungkin ada yang salah sangka dengan kapal pada sub judul di atas. Kapal yang saya maksud bukan salah satu sarana transportasi air dan udara, tetapi penebalan kulit ari yang terjadi akibat aktivitas yang dilakukan secara terus menerus. Dengan mengamati kapal pada tangan seseorang, kita bisa menarik informasi mengenai kebiasaan dan profesi seseorang.

a.   Kapal Pada Ujung Jari

Kapal yang terjadi pada ujung jari, terjadi akibat banyaknya aktivitas yang dilakukan pada ujung jari. Orang yang berprofesi sebagai gitaris profesional dan pemain biola profesional yang menghabiskan berjam-jam waktunya untuk berlatih alat musik biasanya memiliki ciri tangan seperti ini. Orang yang juga sering melakukan pekerjaan berat juga biasanya memiliki hal ini sehingga faktor pendukung lain mesti diamati juga. Sebagian praktisi beladiri seperti MMA (Mixed Martial Art) dan kungfu Cina juga memiliki kapal seperti ini akibat latihan khusus yang memfokuskan pada penguatan jari.

b.   Kapal Pada Jari

Kapal pada jari terjadi akibat seringnya aktivitas yang dilakukan terkait dengan menggenggam dan memegang sesuatu. Orang yang berkerja sebagai pekerja bangunan, kuli panggul di pasar, dan praktisi beladiri. Pada orang yang memiliki kebiasaan tertentu dan profesi tertentu, kapal ini hanya terjadi pada satu titik saja. Pada orang yang biasa menulis seperti pelajar misalnya, kapal hanya terjadi pada satu titik tertentu tempat kita menumpu bolpoin dan pensil kita. Hal ini juga terjadi pada pelukis profesional yang menggunakan kuas. Pada tukung cukur dan penata rambut profesional, kapal muncul pada tempat dimana kita biasa menumpu gunting di tangan kita.

Kapal pada jari juga muncul kepada orang yang memiliki profesi dan kebiasaan yang berhubungan dengan panjat memanjat. Orang yang berprofesi sebagai pemanjat buah, praktisi panjat tebing, bahkan teknisi PLN juga memiliki tanda kapal di jarinya. Praktisi parkour juga kadang memiliki karakteristik ini.

c.    Kapal Pada Bagian Bawah Jari

Pada bagian bawah jari, kapal muncul akibat kegiatan yang membuat seseorang harus menggenggam suatu barang tertentu (yang biasanya berbentuk silinder). Kapalan seperti ini, diketahui dimiliki oleh petani, penebang pohon, atlet kendo, atlet gimnastik spesialis bar, atlet angkat besi, praktisi parkour, atlet tenis dan lain-lain.

d.   Kapal Pada Buku Kepalan
Pada buku kepalan, kapal muncul akibat seringnya buku kepalan dibenturkan terhadap permukaan tertentu (yang biasanya keras). Hal ini akan terlihat jelas pada praktisi boxer (Tarung Derajat) dan praktisi Tinju.

3.   Luka dan Cacat

Luka, bekas luka dan cacat pada tangan, apalagi kalau luka tersebut masih diperban dan dibalut mampu menunjukkan banyak petunjuk. Petunjuk mengenai jenis kendaraan yang dipakai, trauma masa kecil, kebiasaan dan profesi bisa dilihat dari luka di tangan. Berikut adalah petunjuk-petunjuknya:

a.   Luka Gores, Lecet dan Terpotong


Luka gores terjadi akibat seringnya kita berinteraksi dengan benda-benda tajam. Profesi dan kebiasaan tertentu biasanya memiliki karakteristik ini. Seorang ibu rumah tangga (apalagi kalau masih baru menikah), orang yang pekerjaannya berhubungan dengan makanan (seperti koki, tukang dagang jajanan seperti baso, pangsit, dll). Selain itu, profesi lain yang bersifat teknis seperti permesinan juga rentan menerima luka seperti ini. Hobi dan profesi yang juga seringkali berinteraksi dengan benda tajam seringkali memiliki jenis luka ini.

Luka lecet adalah luka yang terjadi akibat gesekan dengan suatu permukaan.  Luka ini terjadi biasanya karena jatuh. Melalui kecil dan besarnya suatu luka lecet, kita akan mampu menentukan jenis aktivitas dan jenis kendaraan yang orang tersebut kendarai saat luka tersebut ada. Orang yang memiliki luka lecet yang luas ditambah dengan luka lain seperti tulang yang patah atau engsel yang bergeser misalnya biasanya jatuh dari motor. Jika yang terjadi hanya luka lecet saja, biasanya hanya jatuh saat berlari atau berolahraga.

b.   Luka Memar, Patah dan Pergeseran Engsel


Baik itu luka memar, patah ataupun pergeseran engsel, terjadi akibat benturan terhadap benda keras. Memar-memar kecil yang terjadi pada seorang laki-laki biasanya muncul karena perkelahian, sedangkan jika memar tersebut muncul pada anak kecil dalam jumlah banyak (balita), maka ada kemungkinan kalau hal tersebut muncul akibat KDRT. Jika luka tersebut muncul pada anak sekolah, maka kemungkinan KDRT dan bullying juga bisa dipertimbangkan. Selalu ingat untuk mengamati faktor lain sehingga tidak melompat jauh ke kesimpulan yang salah. Luka memar, patah dan pergeseran engsel juga terjadi pada orang-orang yang mengikuti olahraga-olahraga, terutama olahraga ekstrem seperti parkour, freerunning, beladiri dan skateboard. Orang yang saat kecelakaan mengalami benturan juga memiliki luka memar/patah di tubuhnya.

c.    Luka Bakar

Luka bakar terjadi akibat interaksi tangan dengan benda panas atau api secara langsung/tidak langsung. Luka bakar pada tangan bisa memberikan kepada diri kita informasi mengenai kebiasaan subjek pengamatan. Orang yang biasa membantu ibunya di dapur sejak kecil misalnya, dipastikan memiliki luka bakar yang berbekas walaupun kecil-kecil. Orang yang memiliki kebiasaan mensetrika bajunya sendiri, biasanya juga memiliki hal ini. Selain itu, pekerjaan yang berkaitan dengan dapur seperti koki juga memiliki karakteristik yang sama. Orang yang juga berkecimpung di usaha makanan dan jajanan, juga memiliki karakteristik yang sama.

d.   Cacat Dari Lahir
Berbagai cacat yang muncul sejak dari lahir, membuat seseorang memandang dunia dengan sudut pandang yang berbeda. Walaupun banyak orang dengan tubuh yang “berbeda” tidak terlalu peduli dengan hal ini, namun banyak juga yang menganggap hal ini sebagai hal serius sehingga berpengaruh kepada pemilik bawaan dari lahir ini. Hal ini membuat sudut pandang dan sikap dari sang pemilik “keistimewaan” memiliki pembawaan tersendiri yang unik yang berbeda dari orang-orang normal. 

4.   Aksesoris
Berbagai aksesoris yang terdapat pada tangan seseorang mampu memberikan kepada kita informasi-informasi bermanfaat. Informasi-informasi tersebut diantaranya kepribadiannya, status sosial, promosi barang dagangan, tingkat ekonomi, agama dan tingkat reliujisitas, bahkan shio, tanggal lahir dan zodiak.

a.    Cincin


Cincin mampu memberikan berbagai informasi seperti status marital, tingkat ekonomi, tanggal lahir, bahkan masa lalu yang kelam. Tidak percaya, ayo kita bahas satu persatu:

Di era sekarang, Indonesia sudah mulai meniru orang-orang barat. Dengan masuknya berbagai karya seni seperti film dan musik, satu persatu budaya barat mulai berasimilasi dengan budaya kita. Salah satu contohnya adalah budaya “cincin kawin”. Cincin kawin adalah cincin yang digunakan dalam perkawinan, sebagai ciri kalau kita telah menikah dan berumah tangga. Cincin ini biasanya polos tanpa bertahtakan apapun. Beberapa menambahkan ukiran inisial atau bahkan nama dari pasangannya masing-masing. Di Indonesia sendiri, biasanya penggunaan cincin kawin ini agak lumayan berbeda dari barat. Mengingat mayoritas orang Indonesia beragama islam, maka biasanya walaupun cincin yang digunakan oleh perempuan berbahan emas, maka cincin kawin pihak laki-laki biasanya terbuat dari perak (laki-laki muslim dilarang memakai aksesoris emas). Dengan melakukan pengamatan terhadap aksesoris yang satu ini, kita akan mampu melihat tidak hanya status marital dari subjek, namun juga agama dan keyakinannya atau bahkan nama suami/istrinya.


Melalui pengamatan terhadap cincin, kita akan mampu menarik informasi atas tingkat ekonomi orang yang bersangkutan. Perempuan yang hanya memakai cincin tanpa dibubuhi apapun di atasnya, mungkin memiliki tingkat ekonomi dan strata sosial yang tidak terlalu tinggi atau memiliki kepribadian yang rendah hati. Di sisi lain, perempuan yang memakai berlian kecil di cincinnya, kemungkinan memiliki status sosial dan tingkat ekonomi sedang. Sedangkan perempuan yang memiliki cincin bertahtakan berlian besar di atasnya menandakan dirinya memiliki uang yang berkecukupan. Apabila aksesoris lain ditambahkan hingga sampai 5 aksesoris misalnya (kalung, cincin, gelang, dll), maka ada kemungkinan kalau perempuan tersebut senang pamer dan senang diperhatikan. Sebagai catatan, perhatikan pola dari orang yang kita amati supaya kita mendapatkan kesimpulan yang benar.

Cincin Rubi
Pemakaian cincin juga bisa memberikan informasi mengenai tanggal
lahir pelaku, mungkin tidak terlalu spesifik, tapi hal ini bisa dijadikan acuan informasi. Sebagai contoh, Ibu Renatta De Coco, istri dari pemilik Podowae Grup yang diketahui memiliki strata sosial yang tinggi (karakter hanya fiksi), memilih rubi/delima sebagai batu mulia yang dipasangkan di cincinnya. Rubi melambangkan tanggal lahir pada bulan Juli. Sebagai catatan mengenai tanggal lahir ini, biasanya hanya diketahui terjadi pada wanita yang memiliki strata sosial tinggi. Karena itu, saya sarankan untuk mengamati faktor pendukung lainnya sebelum menarik kesimpulan. Untuk menambah database pengetahuan kita, saya akan menambahkan pengetahuan mengenai perlambangan tanggal lahir berdasarkan batu dan bunga melalui tabel berikut.

BULAN
BUNGA
BATU
Januari
Snowdrop
Garnet
Februari
Primrose/Mawar Kuning
Amethyst
Maret
Daffodil
Aquamarine
April
Daisy
Diamond/Intan
Mei
Hawthorne
Emerald/Zamrud
Juni
Rose/Mawar
Pearl/Mutiara
Juli
Larkspur
Ruby/Delima
Agustus
Poppy
Peridot
September
Morning Glory
Sapphire/Nilam
Oktober
Calendula
Opal/Mata Kucing
November
Chrysanthemum/Serunai
Topaz/Ratna Cempaka
Desember
Holly
Turquoise/Pirus


b.   Gelang

Salah satu aksesoris yang mampu memberikan kita informasi mengenai pemiliknya adalah gelang. Gelang bisa memberikan kita mengenai berbagai informasi seperti gaya hidup, hobi, pekerjaan, zodiak dan shio, agama, nama dan inisial kekasih, penyakit dan berbagai hal penting lainnya.

Penggunaan gelang sebagai aksesoris bisa menunjukkan beberapa hal, salah satu diantaranya adalah gaya hidup. Sebagai contoh orang dari kalangan regae dan penggemar Bob Marley biasanya memakai gelang strip berwarna merah kuning hijau hitam (saya kurang tahu susunannya), untuk mengekspresikan dirinya. Di sisi lain sebagian filantrofis juga memiliki aksesoris tertentu yang mereka peroleh setelah menyumbang ke yayasan-yayasan tertentu seperti misalnya yayasan yang berafiliasi dengan penyakit HIV dan kanker. Selalu ingat untuk mempertimbangkan berbagai faktor lainnya dengan menggunakan pengamatan.

Gelang juga digunakan sebagai sarana pendukung hobi. Beberapa orang yang memiliki hobi membuat gelang sendiri biasanya juga memakai gelang tersebut. Ada juga komunitas tertentu yang menggunakan gelang sebagai identitas dan penanda anggota mereka baik itu pekerjaan, organisasi ataupun hobi (walaupun hal ini juga bisa dilakukan oleh aksesoris lain). Beberapa memakai aksesoris buatan mereka sendiri untuk mempromosikan produk-produk yang mereka buat.


Gelang juga bisa digunakan untuk menarik informasi mengenai zodiak atau shio seseorang. Orang yang bangga dengan zodiak atau shionya, biasanya menambahkan aksesoris pada tubuhnya seperti lambang zodiak, hewan zodiak/shio, atau hal-hal lainnya. Dengan mengamati hal-hal ini, kita bisa menentukan berbagai hal seperti misalnya tanggal lahir.

Gelang bisa juga memberikan informasi mengenai agama seseorang. Beberapa penganut budha yang taat misalnya memakai gelang berupa tasbih sebagai aksesorisnya. Di sisi lain, beberapa orang-orang sufi dan tradisionalis juga ada yang memakai tasbih sebagai aksesoris gelang. Beberapa orang kristen baik itu katolik dan protestan juga memakai gelang sebagai penanda, walaupun kebanyakan orang kristen lebih memilih kalung yang berbentuk salib sebagai penanda identitas mereka.

Gelang juga bisa memberikan informasi mengenai status hubungan seseorang. Beberapa orang menggunakan gelang sebagai ekspresi atas status hubungan tersebut. Bisa menggunakan inisial, ataupun nama seperti pada cincin kawin. Selain itu gelang yang dipakai juga bisa menunjukkan alasan sentimentil, seperti misalnya pemberian ibu atau ayah yang meninggal sehingga terus dipakai.

Gelang juga bisa memberikan informasi mengenai penyakit seseorang. Sudah bukan rahasia umum kalau lembaga medis memberikan gelang kepada orang yang terkena diabetes sebagai penanda.

c.    Jam Tangan

Dengan melakukan observasi dan pengamatan terhadap jam tangan, kita akan mampu menarik informasi-informasi penting seperti misalnya pekerjaan, status sosial, tingkat ekonomi, dan lain-lain.


Jam tangan mampu memberikan informasi mengenai pekerjaan seseorang. Beberapa orang yang bekerja sebagai pialang saham misalnya, memakai 2 jam tangan supaya mengetahui perbedaan waktu di negaranya  dan di negara dimana dia ditempatkan. Beberapa orang yang bekerja di tempat yang banyak air misalnya, memakai jam khusus anti air supaya tidak mengganggu pekerjaannya, namun tetap bisa melihat waktu secara tepat. Banyak profesional  di bidangnya memakai jam tangan supaya tepat waktu dan tidak terlambat karena dalam pekerjaan dan bisnis waktu sangatlah vital. Karena itu, beberapa orang menggunakan jam digital supaya lebih tepat waktu. Pada orang yang berprofesi sebagai guru olahraga atau pelatih atlit, jam digital digunakan apabila pelatih tersebut tidak membawa stopwatch.


Melalui pemakaian merk jam tangan tertentu, kita akan mampu menarik informasi mengenai tingkat sosial dan tingkat ekonominya. Orang dengan baju perlente dan memakai jam tangan Seiko bertabur berlian di atasnya, sudah dipastikan merupakan orang dengan tingkat sosial dan ekonomi tinggi. Jauh berbeda dengan orang dewasa yang hanya memakai jam bekas di tangannya.

d.   Tato 
Tato Kepiting, Kemungkinan Menunjukkan Zodiak Pemiliknya

Di Indonesia, penggunaan tato seringkali diasosiasikan dengan kenakalan dan premanisme. Selain itu, ajaran agama islam melarang tato secara mutlak sehingga akan jarang sekali muslim Indonesia memakai tato dan kalaupun ada, bisa dipastikan kalau dia bukan muslim yang taat, atau muslim taubat dengan masa lalu kelam. Karena itulah jika ada yang memakai tato, maka umumnya akan terlihat jelas pada orang yang tidak beragama islam. Tato adalah salah satu aksesoris yang mampu memberikan kita pengetahuan mengenai profesi, masa lalu, suku dan pandangan hidup seseorang. Saya sarankan mengenai tato ini supaya dilakukan pengamatan secara menyeluruh.

5.   Terbakar Matahari atau Tidak


Kulit kecoklatan akibat terpanggang matahari, mampu memberikan kepada kita banyak sekali informasi. Hal yang sama juga berlaku pada kulit yang pucat. Orang yang memiliki kulit terbakar menunjukkan bahwa dirinya memiliki hobi ataupun pekerjaan dimana dia dituntut untuk selalu melakukan aktivitas di luar ruangan. Sebaliknya, orang yang memiliki kulit pucat menunjukkan kalau dirinya memiliki pekerjaan dan hobi yang membuat dirinya harus selalu berada di dalam ruangan. Pada tangan dan lengan, perbedaan antara pucat dan terbakar ini, mampu memberikan petunjuk yang sangat banyak. Berikut adalah cara membacanya:

a.   Pada Jari

Dewasa ini, masyarakat Indonesia sudah mulai menunjukkan gejala kebarat-baratan dengan ditirunya gaya hidup dan pola berpakaian mereka. Salah satu hal yang paling menonjol mengenai hal ini adalah budaya pernikahan. Penggunaan cincin oleh mempelai laki-laki dan perempuan menandakan kalau mereka sudah menikah (seperti pada penjelasan sebelumnya di sesi CINCIN). Namun dalam beberapa kasus, ada juga yang walaupun sudah menikah menanggalkan cincin kawinnya. Hal ini akan meninggalkan bekas berupa tanda pucat melintang di jari manis. Jika kita melihat hal ini, kemungkinan wanita atau laki-laki tersebut sedang mengalami beberapa hal. Pertama, mereka sedang memiliki masalah rumah tangga. Kedua, mereka ingin bertemu dengan ‘PIL’ atau ‘WIL’ tanpa diganggu. Ketiga, mereka baru-baru ini bercerai. Selalu ingat untuk mengamati pola lainnya yang mendukung hal ini. Beberapa menanggalkan cincin yang dipakainya untuk “MOVE ON” dari orang tercinta yang telah meninggal, atau meninggalkannya.

Tanda ini juga mampu memberikan informasi mengenai pekerjaan. Beberapa orang yang bekerja di tempat fotokopi, memakai solasi di tangannya supaya mereka mudah menghitung (yang dilepaskan apabila tidak bekerja sehingga meninggalkan bekas). Ibu Rumah Tangga Baru juga biasanya memiliki banyak bekas seperti ini akibat luka irisan pisau saat memasak (yang juga ditanggalkan apabila sudah sembuh.

b.   Pada Pergelangan Tangan
Garis ini menunjukkan kalau pemilik tangan sering memakai jam tangan dan sarung tangan

Pada pergelangan tangan, terdapatnya bekas pucat melintang biasanya menunjukkan kalau dirinya orang yang terbiasa memakai gelang atau jam tangan. Ingat selalu untuk mengamati secara menyeluruh bentuk dari bekas melintang tersebut. Selain itu, perbedaan warna antara pergelangan ke atas dan pergelangan ke bawah menunjukkan kebiasaan subjek yang kita amati terkait dengan penggunaan baju berlengan panjang atau sarung tangan tergantung dimana pucat tersebut berada.

c.    Pada Lengan

Pada lengan bekas pucat dan terbakar mampu memberikan kita berbagai informasi. Profesional pada permainan skateboard yang sadar akan keamanan misalnya, memiliki bekas pucat di sikutnya yang muncul dikarenakan penggunaan pelindung sikut yang dipakai dalam tempo terus-menerus dalam waktu yang lama. Bekas pucat dan terbakar juga mampu memberikan kita informasi mengenai baju yang sering dikenakan seseorang. Sebagai contoh orang yang sering memakai baju lengan pendek, apabila dia tiba-tiba memakai baju “you can see” (my ketek), maka tanda pucat ini akan terlihat jelas.

Sebagai bahan pertimbangan ketika kita melakukan pengamatan, usahakan lakukan secara menyeluruh. Pada dasarnya informasi yang saya berikan pada artikel ini bersifat relatif sehingga perlu dilakukan observasi terhadap faktor-faktor lainnya supaya deduksi yang kita lakukan tepat dan tidak melenceng dari kenyataan sesungguhnya.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar