Senin, 23 Mei 2016

10 Tips Efektif Menjaga dan Memperbaiki Hubungan Sosial Ala Detektif




Pembaca setia detektifpedia, mungkin ada yang penasaran kenapa saya selalu menggunakan tambahan kata ALA DETEKTIF pada beberapa artikel yang saya tulis. Jawabannya simpel, karena ilmu detektif itu luas dan mencakup hampir segala hal. Dari mulai strategi, trik, komunikasi, hubungan antar manusia, bisnis, semuanya bisa ditutupi dengan ilmu ala detektif. 

TIDAK PERCAYA!? 

Kalau begitu pada kesempatan kali ini, saya akan menuliskan artikel mengenai tips dan trik menjaga hubungan sosial antar manusia. Kelihatannya tidak ada detektif-detektifnya sedikitpun ya? Eits, jangan salah. Saya menggabungkan beberapa trik-trik psikologi dan rekayasa sosial versi positif dalam hal ini, jadi jangan terlalu apatis ya! Saya akan berikan jaminan kalau anda mempraktekkan teknik dan trik ini, kehidupan sosial anda akan jauh lebih baik. Selain itu, keterampilan sosial (SOCIAL SKILL) merupakan salah satu syarat penting dalam membaca dan melakukan deduksi terhadap orang lain, jadi jangan salah sangka.

Beberapa di antara para pembaca yang memiliki masalah di dalam keluarga, seperti tidak akur dengan saudara atau dengan orang tua. Terlepas dari masalah-masalah tersebut, tentunya kita ingin kita akur dan rukun dengan orang-orang yang kita sayangi. Namun sayangnya, kita seringkali terlalu egois untuk mengakui kesalahan kita sendiri. Lalu, bagaimana cara kita untuk memperbaiki hubungan yang rapuh tersebut? Di dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, Dale Carnagie memberikan beberapa resep untuk memperbaiki dan meningkatkan hubungan dengan orang lain. Berikut adalah resep-resep tersebut.

1.        Tersenyumlah

Menurut American Academy of Cosmetic Dentistry, 99,7% orang percaya bahwa senyuman merupakan aset sosial yang penting. Statistik ini benar-benar sulit untuk disanggah, bahkan di bisnis atau bidang tertentu yang tidak terlalu berhubungan dengan senyuman.  

Berbagai macam studi menunjukkan bahwa saat kita menelepon, apabila kita melakukannya sambil tersenyum maka hal ini akan terdengar lebih menyenangkan di telinga pendengar. Pentingnya senyuman ini, membuat 3 perusahaan seluler terbesar di Jepang membuat dan menciptakan emoji (emoticon versi Jepang) yang akhirnya digunakan Google untuk menciptakan platform surel mereka.

Lalu, apa hubungannya senyum dengan hubungan sehari-hari? Senyum mampu memberikan efek berupa perubahan hawa dan suasana yang lebih hangat dan positif. Pernahkah kalian berusaha mendiamkan anak yang menangis akibat jatuh? Kira-kira bagaimana cara mencegah anak tersebut supaya menangis? Ya betul, tersenyum dan tertawa. Anak yang mulanya akan menangis akibat jatuh, melihat kita tersenyum dan tertawa, maka secara ajaib dia akan ikut tersenyum dan tertawa. Hal ini juga berlaku pada suasana-suasana tegang yang terjadi pada orang dewasa. Dilansir dari Psychology today, berbagai penelitian dewasa ini menunjukkan bahwa senyum menular dan mampu meningkatkan kondisi mood kita dan orang-orang di sekeliling kita.

2.        Hindari berdebat dan beradu argumen


Salah satu cara untuk menjaga dan meningkatkan hubungan dengan orang lain adalah menghindari perdebatan dan adu argumen. Berdebat dengan orang lain, jarang sekali membuahkan hasil. Biasanya, perdebatan berakhir dengan salah satu pihak semakin yakin dengan kebenarannya. Atau yang paling buruk permusuhan antara kedua pihak yang berargumen.

Salah seorang pemimpin Amerika Selatan, Luiz Inacio Lula De Silva mengungkapkan kepada reporter yang mewawancarainya bagimana caranya menjadi Presiden ke-36 Brazil,

“Ibu saya selalu berkata, dua orang tidak bisa bertarung jika salah satunya tidak bersedia.”

Selama kampanyenya, orang yang biasa dipanggil Lula ini selalu menghindari konflik dan perdebatan dan hal ini menjadikannya salah seorang pemimpin terbaik di Brazil. Lula juga berkata, “Saya menganggap diri saya seorang negosiator. Jika kita menginginkan perdamaian dan demokrasi, kita harus bersikap toleran agar dapat menegosiasikan lebih.” Berkat kebijakannya yang sukses, Lula berhasil menarik kurang lebih 20 juta orang rakyat miskin ke golongan rakyat menengah dan membuat perekonomian Brazil stabil dan kuat.

Cerita di atas, mencerminkan mengenai betapa pentingnya menghindari perdebatan tak berarti. Bahkan di dalam suatu hadits dari Nabi Muhammad S.A.W pun disebutkan bahwa perdebatan harus dihindari walaupun kita berada di pihak yang benar. Kenapa berdebat ini sangat perlu untuk dijauhi? Perdebatan akan menimbulkan perpecahan, meregangkan persaudaraan dan membuang jauh peluang yang ada di depan mata kita.

3.        Berikan sebutan yang disukai

Louis Napoleon
Ketika kita bertemu dengan orang lain, maka sangatlah penting untuk memanggilnya dengan panggilan yang dia sukai. Jika kita baru bertemu pertama kali dengan seseorang, maka orang tersebut akan sangat senang apabila kita mengingat namanya. Begitu pentingnya mengenai nama dan sebutan yang baik, bahkan Louis Napoleon (keponakan Napoleon Bonaparte) memiliki teknik sendiri untuk mengingat nama orang yang pertama kali dia kenal (baca: Trik Mengingat Nama dan Wajah ala Detektif). Ketika berkenalan dengan seseorang, maka dengan sopan dia akan menanyakan kepada orang dihadapannya mengenai namanya. Hal-hal seperti cara mengeja, asal-usul nama, perbedaan dengan nama yang umum, dan hal ini akan memberikan efek psikologi yang baik pada lawan bicara. Dia akan merasa kalau dirinya sangat dianggap penting oleh orang dihadapnnya.

Orang yang kita sayangi, juga pastinya ingin disebut dengan sebutan yang dia sukai. Nabi Muhammad S.A.W sebagai contoh selalu memberikan sebutan-sebutan yang baik terhadap para sahabat dan istri-istrinya. Sebagai contoh, Umar bin Khattab beliau beri julukan dan sebutan Al-Faruq (mampu membedakan yang baik dan buruk). Salah seorang pencuri terkenal bernama Zaid Al-Khail (Zaid Sang Kuda), ketika masuk islam beliau mengganti namanya menjadi Zaid Al-Khair (Zaid yang baik). Penghargaan seperti ini membuat beliau sangat dihormati oleh para sahabatnya.

4.        Mengawali dengan positif


Max Depree, pengarang buku “Leadership is Art”, menegaskan mengenai tanggung jawab seorang pemimpin dalam bukunya. “Tanggung jawab pertama seorang pemimpin adalah menjelaskan kenyataan yang ada. Tanggung jawab terakhir adalah mengucapkan terima kasih. Di antara kedua tanggung jawab itu, pemimpin menjadi seorang pelayan.”

Seburuk apapun suatu keadaan, hal yang paling baik adalah mengawali dengan sesuatu yang positif dan santun, bukan dengan yang negatif. Pada buku How to Win Friends and Influence People: In The Digital Age diceritakan mengenai kisah Sanjiv Ekbote, menghadapi situasi yang pelik denga cara yang positif. Pada suatu malam, keran di rumahnya bocor sehingga dia menghubungi perusahaan asuransi rumah. Dalam waktu 4 jam, seorang teknisi muda tiba di rumahnya dan membetulkan keran tersebut. Berbagai hal telah dilakukan oleh teknisi muda tersebut, namun hal itu malah menambah masalah yang sebelumnya tidak pernah muncul. Sanjiv merasa kesal melihat hal ini dan langsung menghubungi perusahaan asuransi karena mengirimkan teknisi yang tidak berpengalaman. Sesaat sebelum dia ingin memarahi operator perusahaan asuransi, di tertegun sejenak. Dengan tenang dia menginformasikan situasinya dan berterima kasih pada perusahaan asuransi yang telah sigap mengirimkan teknisi. Kemudian dia menjelaskan apa yang terjadi. Perempuan operator yang menjawab telepon, langsung mencari teknisi yang ahli, mencari jadwal yang tercepat dan membebaskan Sanjiv dari biaya jasa.

Coba jika Sanjiv tidak bertindak dengan positif? Apa dia akan mendapatkan pelayanan yang sama?

5.        Beberkan Kesalahan tanpa menarik perhatian

Mengenai hal ini, saya akan menceritakan sebuah cerita menarik. Calvin Coolidge, presiden ke-30 Amerika masih menginap di hotel dengan keluarganya ketika pertama kali menjabat sebagai pemimpin negara adidaya tersebut. Sang presiden terbangun sebelum matahari terbit dan mendapati kalau seorang pencuri sedang merogoh-rogoh pakaiannya, mengambil dompet dan jam miliknya. Coolidge berkata, “Aku harap kau tidak mengambilnya... Yang kumaksud bukan jam dan rantainya, tapi tulisannya. Coba baca apa yang terukir dibaliknya. Sang pencuri kemudian membacanya, “Untuk Calvin Coolidge, Speaker of the House, oleh Massasuchetts General Court”.

Coolidge kemudian memperkenalkan diri sebagai presiden dan membujuk sang pencuri untuk mengembalikan jamnya. Dia bercakap-cakap dengan pencuri tersebut. Setelah lama bercakap-cakap, ternyata diketahui kalau pencuri tersebut dan teman sekamarnya di kampus tidak mampu membayar tagihan hotel dan tidak memiliki uang untuk membeli tiket kereta api supaya kembali ke kampusnya. Coolidge kemudian memberikan pencuri tersebut $32 dan menyuruhnya keluar seperti cara dia masuk tadi supaya tidak ditangkap oleh Secret Service.

Pemberian kritik dan menunjukkan kesalahan ada baiknya dilakukan tanpa perlu dipertontonkan di hadapan orang lain. Pada umumya, orang membenci dipermalukan di depan umum. Dengan menjaga nama baik mereka, kita juga menjaga hubungan dengan mereka.

6.            Jangan Pernah Katakan “Kau Salah”, Akui Kesalahan
 
Kau Salah!!!
Salah satu hal yang paling susah dalam menjalin dan mempertahankan hubungan adalah menghindari keegoisan. Suatu solusi terbaik, proyek besar, keputusan paling cemerlang, seringkali merupakan hasil dari pemikiran panjang dan penuh pertimbangan dari beberapa orang namun ketika menyangkut kesalahan, seringkali orang tidak berpikir terlebih dahulu dan langsung menuduh tanpa menunggu ba..bi...bu...

Deepak Malhotra, seorang professor di Harvard Business School, menceritakan mengenai sebuah konflik dan perselisihan yang terjadi pada tahun 2004-2005 antara pemilik dan pemain dari National Hockey League. Perselisihan terjadi dikarenakan pemilik yang cemas dengan biaya yang terus membengkak, meminta para pemain untuk menerima bagian lebih kecil dari saham liga. Para pemain menolak hal ini dan meminta sang pemilik untuk menunjukkan bukti membengkaknya anggaran. Pemilik National Hockey League menolak hal ini, hingga akhirnya situasi menjadi lebih buruk. Masing-masing pihak menuding satu sama lain sebagai pihak yang serakah. Akibatnya konflik terjadi selama berbulan-bulan dan perjanjian collective bargaining pun kadaluwarsa. Hal ini menyebabkan liga musim itu dibatalkan dan keuntungan $2 milyar menghilang tanpa bekas. Apa yang menyebabkan hal ini? Perselisihan ini terjadi akibat kedua pihak jatuh pada jebakan “Aku benar, kau salah”. Bukannya fokus pada solusi, masing-masing pihak malah saling menuding dan hal ini mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Bayangkan kalau kedua pihak tidak egois dan saling mengakui kesalahannya masing-masing!

7.        Bersikap tulus ingin mengenal orang
Alfred Adler

Psikolog terkenal dari Austria, Alfred Adler mengatakan “Para individu yang tidak tertarik pada sesama manusialah yang mengalami kesulitan terbesar dalam hidup dan menimbulkan kerusakan terbesar pada orang lain. Dari individu-individu semacam itulah, kegagalan manusia berasal.” Pernyataan ini merupakan pernyataan yang berani, namun dipenuhi dengan fakta dan kenyataan.

Coba lihat kasus hockey pada nomor 6! Kerugian yang terjadi pada pemilik National Hockey League, terjadi karena pemilik tidak ingin mengenali kecemasan para pemain. Dan akhirnya ketika kita tidak saling mengenal, maka salah paham terjadi. Akibat salah paham terjadilah konflik. Ketika kita saling memusuhi, maka yang ada hanya kerugian. Dengan sungguh-sungguh berusaha mengenali orang lain, maka orang dihadapan kita akan merasa besar dan istimewa dan sikap persahabatan pun akhirnya akan muncul.

8.        Jadilah pendengar yang baik

Menjadi pendengar yang baik, memiliki banyak sekali keuntungan. Dengan menjadi pendengar yang baik, kita akan mampu melihat kebenaran melalui sudut pandang orang lain. Dengan menjadi pendengar yang baik, kita akan bisa menarik informasi penting, memiliki pemahaman yang lebih mendalam dan memperbaiki skill komunikasi kita dengan orang lain. Banyak dari kita memiliki hubungan yang tidak baik dengan orang-orang yang kita sayangi dikarenakan kita kurang peka dan kurang memiliki keinginan untuk mendengarkan keluh kesah mereka. Coba bayangkan apabila setiap curhatan yang istri kita bicarakan mampu kita sebutkan hingga hal-hal yang paling detail, tentunya istri kita akan merasa diperhatikan bukan?

9.            Berikan keinginan orang lain 

Pada artikel saya sebelumnya (baca: Resipokrasi, Prinsip Penerapan Psikologi Dalam Kehidupan Sehari-hari), saya menuliskan mengenai salah satu prinsip psikologi sederhana resipokrasi. Intinya, resipokrasi adalah “kau menggaruk punggungku, aku akan menggaruk punggungmu”. Dengan memenuhi keinginan orang lain, maka kita akan mendapat penghargaan yang sebanding, bahkan dalam beberapa kasus lebih.

Pada buku How to Win Friends and Influence People in The Digital Age, disebutkan: “Saat ingin membuat diri Anda penting di hadapan orang lain, Anda harus membahas hal yang penting bagi mereka terlebih dahulu. Jika Anda melakukan sebaliknya, telinga mereka pun tidak akan mendengarkan Anda.” Bayangkan apa yang terjadi apabila anda tidak hanya membahas, namun memberikan pula...

10.        Berpikir sebelum bicara

Mulut adalah pedang. Salah satu hal yang paling sulit ketika berusaha menjaga perasaan orang lain adalah berusaha mencegah keluarnya kata-kata yang tidak pantas. Menjaga mulut hampir sama susahnya seperti mengikat sepatu dengan satu tangan. Tidak mustahil, namun sukar untuk dilakukan. Maka sangatlah penting bagi kita untuk selalu memikirkan konsekuensi dari perkataan dan tindakan kita setiap saat. Pikirkan konsekuensi dari apa yang keluar dari mulut kita, maka kita akan menjadi orang yang lebih baik pada kehidupan kita masing-masing.

(Sumber: How to Win Friends and Influence People: In The Digital Age)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar