Rabu, 27 April 2016

Analisis Kasus "TEROR SILET" di Yogyakarta




Para pembaca setia detektifpedia tentunya banyak yang membaca dan menonton di televisi mengenai teror pensiletan terhadap pelajar di daerah Jogjakarta terutama daerah Umbulan dan Kotagede. Pada kesempatan kali ini, saya akan melakukan analisa terkait dengan kasus teror tersebut. Perlu dicatat, analisa saya bisa salah dan bisa juga benar. Karena itulah, keterangan yang lebih mendetail akan sangat diperlukan. Mudah-mudahan, analisiis saya bisa membantu penyelidikan dan mampu membantu pihak berwenang dalam menemukan pelaku teror tersebut. Di bawah ini adalah rincian-rincian kasus yang saya ambil dari berbagai media online. Ada yang saya ambil dari liputan6.com, tribun jogja dan sindonews.com. Berikut rinciannya:

Ciri-ciri pelaku teror silet menurut polisi+saksi: 

·         Menggunakan sepeda motor
·         Helm hitam
·         Berjenggot tipis
·         Menggunakan Jaket Biru Tua, namun saksi lain menyebutkan hitam                 
·         Usia 40-an/45
·         Celana berbahan kain warna coklat
·         Di antara stang dan jok motor terdapat tas sebagai tempat sajam.
·         Kesaksian lain menyebut tas digantung di stang motor
·         Postur badan sedang
·         Terlihat lusuh
·         Mengendarai motor bebek Jenis Honda Supra 125
·         Sepatu Biru
Contoh Model Honda Supra 125 (dari depan)

Modus Operandi:

·   Menurut Polisi, eksekusi pakai tangan kiri terus dimasukkan lagi.
·   Penyiletan terjadi di Umbulharjo dan Kotagede Yogya
·   2 korban diketahui menggunakan sepeda                                     
·   Penyiletan terjadi pada pelajar
·   Penyileten diduga memakai silet atau cuter
·   Terjadi penundaan kasus pendarahan pada semua kasus

Korban pertama    : Seorang Mahasiswa bernama Nilly Ratnasari asal Banjarmasin Kalsel. Kejadian terjadi pada tanggal 25 April 2016. Korban diteror saat berjalan di trotoar di depan kampusnya di kawan Janturan Umbulharjo.  Merupakan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan. Korban dipepet pelaku menggunakan motor, tangan kanan berdarah setelah beberapa langkah, saat itu berjalan di bahu jalan/trotoar.

Korban kedua        : Seorang siswa SMK bernama Karni (16 tahun) yang sedang bersepeda menggunakan Onthel sementara teman-temannya mengikuti di belakangnya.

Korban ketiga       : Nadila Eka Rahmawati usia 12 tahun seorang siswa SD Kelas VI di SDN Randusari. Waktu penyiletan terjadi pukul 12.45 WIB. Dia menaiki sepeda. Menurut keterangannya, dia memakai jaket hitam (bukan biru tua)

Petunjuk:
·         Modus operandi sama, objek kejahatan perempuan  dan pelajar. Ketiganya siswa SD, SMK dan Mahasiswa
·         Penyiletan terjadi di lokasi yang berdekatan:
1.    Jalan Nyi Pembayun, Kotagede, Prenggan, Kotagede
2.    SDN Randusari Kotagede
3.    Jalan Janturan Umbulharjo, Universitas Ahmad Dahlan.

·         Ketiganya terjadi dalam kurun waktu yang hampir bersamaan (pelajar pulang sekolah).
·         Ketiganya dibacok/disilet ketiga berada di sisi jalan/trotoar.
·         ketiganya pelajar.
·         Ketiganya memiliki luka di lengan kanan (sekitar sikut)
·         Luka memiliki panjang 10-25 cm

Analisis dan deduksi atas kejadian:

·         Pelaku kemungkinan seorang penduduk lokal karena lokasi kejadian yang berdekatan
·         Pelaku kemungkinan besar memiliki trauma terkait kecelakaan, diduga orang yang dekat dengannya (pelajar perempuan) mengalami kecelakaan/ tertabrak kendaraan
·         Ada kemungkinan kalau yang mengalami kecelakaan adalah orang yang dia sayangi, kemungkinan anaknya sendiri atau yang sudah dia anggap anak
·         Kecelakaan terhadap orang tersebut kemungkinan terjadi di saat berangkat/pulang sekolah
·         Kejahatan tidak direncanakan dan dilakukan secara spontan
·         Dibawanya benda tajam (cutter/silet) kemungkinan menyangkut dengan pekerjaan si pelaku, kemungkinan besar alat yang dibawanya kemungkinan cutter. Tas abu yang dibawa pelaku juga mengindikasikan profesi pelaku
·         Profesi pelaku kemungkinan menyangkut teknis dan reparasi, mungkin seperti reparasi gas, listrik, dll.
·         Kasus penyiletan dan penembakan di Magelang kemungkinan tidak ada hubungannya
·         Penyiletan dilakukan dari belakang seperti menyerempet menggunakan motor
·         Pelaku kemungkinan kesal dan berusaha mengingatkan korban (supaya tidak terlalu berjalan ke tengah jalan atau bersepeda ke tengah jalan) dengan melakukan penyiletan terhadap lengan korban

Analisa saya ini bisa salah ataupun bisa benar. Jadi apabila terjadi pro dan kontra  atas hal ini, maka hal ini sangatlah lumrah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar