Selasa, 05 April 2016

5 BUKU STRATEGI YANG WAJIB DIBACA



Ilmu Strategi

Sebagai orang yang ingin menguasai ilmu-ilmu keren ala detektif, maka ilmu yang satu ini wajib kita pelajari. Strategi pada dasarnya sama dengan DEDUKSI, strategi dimulai dengan pengamatan, lalu penilaian, dan yang terakhir baru dilakukan taktik yang akhirnya melahirkan strategi. Berikut adalah buku-buku yang mesti kita baca untuk meningkatkan kemampuan strategi kita.

1.    SIRAH NABAWIYAH
Untuk yang ingin menguasai ilmu strategi, maka kita bisa berkaca kepada kisah Nabi Muhammad S.A.W. Beliau adalah seorang pedagang dan pengusaha, orator, pemimpin negara dan seorang ahli strategi perang. Beliau tidak diragukan lagi merupakan seorang pioneer strategi, orang yang berhasil menyatukan bangsa Arab yang nomaden ke dalam satu negara utuh dalam waktu kurang dari 25 tahun. Melalui mempelajari kisah hidupnya, kita bisa melihat bagaimana strategi beliau ketika dalam keadaan lemah (Era Mekkah), ketika menjadi pemimpin negara, ketika melakukan diplomasi ke bangsa-bangsa lain yang lebih besar dan ketika memimpin peperangan.

Menurut saya pribadi, strategi beliau yang paling hebat adalah perjanjian Hudaibiyah. Ketika perjanjian hudaibiyah dilakukan, banyak para sahabat yang kecewa dikarenakan isi perjanjian yang kelihatannya berat sebelah. Namun di tahun-tahun berikutnya, ternyata dampak perjanjian ini sangatlah hebat. Dan akhirnya, pelanggaran terhadap perjanjian ini membuka peluang Islam yang ketika itu sudah sangat kuat akibat perjanjian hudaibiyah untuk menaklukkan Kota Mekah. Bahkan diceritakan jika penaklukkan Kota Mekkah yang seharusnya berdarah-darah dilakukan dengan korban jiwa seminimal mungkin (kurang dari 10 orang).




2.    SENI PERANG SUN TZU
Siapa yang tidak kenal buku ini. Dari mulai pebisnis, politikus hingga jenderal perang mempelajarinya. Di Cina sejak era kuno, para ahli militer Cina sudah mempelajari buku ini dengan sungguh-sungguh. Di era sekarang, buku seni perang ini masih relevan. Buku ini merupakan literatur luar biasa yang mengisahkan bagaimana taktik perang dan diplomasi secara lengkap. Kutipan yang terkenal dari buku ini adalah “Kenali dirimu dan Kenali lawanmu, maka kamu tidak akan terkalahkan dalam 1000 pertempuran”.



3.    6 SIASAT PERANG DAN MANAJEMEN
Sama seperti Seni Perang Sun Tzu, buku ini merupakan salah satu dari 7 kitab militer klasik Cina. Yang membuat buku ini unik adalah buku ini dilahirkan berdasarkan sudut pandang seorang pemberontak. Buku ini dikarang oleh Jiang Ziya, ahli strategi yang menyebabkan runtuhnya Dinasti Shang dan pendiri Dinasti Zhou. Jiang Ziya terkenal sebagai perdana menteri terbaik Cina bahkan mengalahkan Zhuge Liang dari Kerajaan Shu Han. Saya sarankan untuk yang ingin mempelajari buku ini supaya membeli versi komiknya yang ditulis oleh Wang Xuanming. Selain digambarkan secara unik melalui ilustrasi yang lucu, Wang Xuanming juga menambahkan contoh berupa kasus-kasus tertentu di dalam sejarah yang membuat strategi-strategi nya mudah dimengerti.

4.    GO RIN NO SHO
Ada yang tahu Miyamoto Musashi? Untuk yang penggemar samurai Jepang, pasti ada yang tahu atau setidaknya pernah baca novelnya (novelnya cukup terkenal di Indonesia). Go Rin No Sho adalah kitab strategi berpedang yang ditulis oleh Miyamoto Musashi seorang Ronin legendaris yang berhasil menorehkan namanya sebagai samurai terhebat sepanjang masa. Bukunya Go Rin No Sho adalah masterpiece-nya. Dari kalangan praktisi beladiri dan pebisnis juga politikus banyak yang mengkaji buku ini. Musashi sendiri merupakan seorang penekun seni strategi dan terkenal karena sering membacakan Seni Perang Sun Tzu dengan keras.




5.    36 STRATAGEM
Untuk yang penggemar Detective Conan, masih ingat ketika di dalam kasus “Dinding Merah” Edogawa Conan, Inspektur Yamato dan Inspektur Koumei menggunakan siasat “Benteng Kosong” untuk menangkap seorang pembunuh berantai? Nah, strategi benteng kosong ini merupakan strategi nomor 32 dari 36 strategi brilian yang terdapat pada 36 stratagem.


Buku ini dimulai dengan kata pengantar: “Penilaian adalah persepsi obyektif atas situasi yang aktual, urutannya nomor 1.” Lalu dilanjutkan dengan “Taktik adalah penggunaan subyektif dari siasat dan urutannya nomor 2.” ” Penilaian melahirkan taktik-taktik dan menentukan taktik mana yang dipakai.  Penilaian menimbulkan berbagai macam taktik.”

Lagi-lagi, saya menyarankan untuk membaca komik Wang Xuanming. Terdapat 2 versi, yang pertama ditulis berdasarkan sudut peperangan dan diplomasi, yang kedua ditulis berdasarkan sudut pandang bisnis dan usaha. Perbedaan keduanya adalah studi kasusnya. Yang pertama memberi contoh kasus pada perang dan diplomasi di era Cina kuno, yang kedua memberikan contoh pada kasus-kasus bisnis yang terjadi di era modern. Pada akhirnya, terserah pada kalian sendiri mau memilih yang mana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar