Jumat, 25 Maret 2016

RESIPROKASI: PENERAPAN PRINSIP PSIKOLOGI SEHARI-HARI

Di antara berbagai jenis rekayasa sosial (social engineering) yang umumnya kita temui dalam kehidupan sehari-hari, terdapat 2 jenis rekayasa sosial yang sering sekali terlihat digunakan. Yang pertama adalah rekayasa sosial jenis positif, yang kedua adalah rekayasa sosial yang bersifat negatif. Pada artikel Teknik Interogasi “Past Tense”, saya telah menulis salah satu teknik rekayasa sosial yang bersifat negatif. Pada kesempatan kali ini, saya akan menuliskan salah satu teknik rekayasa sosial yang bersifat positif.


Apabila kita memberikan bantuan kepada orang lain, orang tersebut akan mengingat bantuan kita. Semakin tinggi tingkat kebaikan kita kepada orang tersebut, semakin tinggi pula orang tersebut berhutang kepada kita. Melalui sikap tolong menolong inilah, islam mampu bertahan di era Nabi Muhammad S.A.W.

Hercule Poirot (tokoh detektif karangan Christie), terkenal karena dia sering sekali menggunakan teknik-teknik psikologi dalam penyelidikannya. Di antara tekniknya yang paling sering dia gunakan adalah resiprokasi. Poirot biasanya akan memberi bantuan kepada seseorang yang kesusahan, kemudian demi penyelidikan dia akan meminta bantuan orang tersebut. Kalau para pembaca detektifpedia ada yang pernah membaca Novel Agatha Christie Evil Under The Sun (Pembunuhan di Teluk Pixy), maka kita akan bisa melihat bagaimana Poirot menggunakan teknik ini hingga akhirnya tersangka pembunuhan pada
Di dalam novel ini, Hercule Poirot menggunakan resiprokasi
novel tersebut berhasil dikuak.

Di dalam kehidupan nyata, Christoper Hadnagy dalam bukunya SOCIAL ENGINEERING: THE ART OF HUMAN HACKING, mengungkapkan bagaimana perusahaan farmasi menggunakan hampir $10,000-$15,000 di Amerika Serikat untuk setiap dokter untuk berbagai hadiah termasuk di antaranya makan malam, topi, baju, dan berbagai item lainnya yang memiliki logo perusahaan farmasi tersebut. Kira-kira kalau dokter tersebut mau beli obat-obatan untuk kebutuhan klinik? Kira-kira ke mana dia akan membeli?


Contoh lain dari resiprokasi adalah di tempat kerja. Misalkan kita membutuhkan beberapa hari untuk cuti. Namun apabila ditinggalkan, pekerjaan kita akan menumpuk. Teman sejawat kita secara rendah hati menawarkan bantuannya sehingga kita bisa cuti dengan tenang. Apabila kemudian teman kita tersebut meminta bantuan kepada kita untuk mengerjakan pekerjaannya pada hari dimana kita ingin liburan, apa tidak mungkin kalau kita akan mengatur ulang jadwal liburan kita sehingga dia bisa memberi kita bantuan?  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar