Selasa, 29 Maret 2016

APAKAH KITA PERNAH DIHIPNOTIS?

Sumber: https://abuyahya8211.files.wordpress.com/2011/02/hipnotis.jpg
“Apakah saya pernah dihipnotis?” Jika kita diberi pertanyaan tersebut mungkin ada yang bertanya-tanya. Tunggu memangnya hipnotis yang bagaimana? Kalau yang seperti di televisi, saya yakin saya tidak pernah mengalaminya? Yup, daripada kebingungan, mari kita mulai terlebih dahulu dengan apa itu hipnotis.

Hipnotis sebenarnya bukan perbuatannya, tetapi pelakunya. Sama seperti kalau pemain piano disebut pianis, dan penulis kartun disebut kartunis, maka pelaku hipnosis biasa disebut dengan sebutan hipnotis. Penggunaan hipnotis ini yang kemudian lebih dikenal oleh masyarakat awam pada umumnya.


“Apakah kita pernah dihipnotis?” Jawaban dari pertanyaan ini adalah “ya, bahkan sering sekali.” Tidak percaya? Oke. Coba perhatikan kondisi berikut:

Ø  Pernahkah kita melihat sebuah film atau sinetron, lalu entah kenapa kita tiba-tiba menangis?

Secara logika, film dan sinetron adalah pura-pura dan hanya rekayasa. Pemainnya pun hanya berakting di depan kamera. Tapi, mengapa kita tetap sedih saat melihat film tersebut?

Ya, jawabannya karena sutradara dan aktor yang berada di film tersebut telah berhasil menghipnosis anda. Dengan meyakinkan anda kalau seolah-olah apa yang terjadi di dalam film itu nyata. Dengan cara seperti ini pula, anda sebenarnya sedang dimanfaatkan sehingga para kru film tersebut berhasil mengeruk pundi-pundi yang besarnya bukan kepalang. Film yang anda tonton, berhasil merubah keyakinan anda, sama seperti subjek hipnotis yang mempercayai kalau angka 1 telah hilang dari pikirannya. Masih tidak percaya?
Untuk yang laki-laki, apabila anda melihat seorang perempuan yang cantik sekaligus seksi lewat di hadapan anda, anda berubah menjadi kaku melotot dan setengah menganga. Maka sadarilah, sebenarnya anda sedang berada pada kondisi terhipnosis.


Hipnosis adalah komunikasi dan setiap komunikasi yang berhasil adalah hipnosis. Jika dijabarkan, hipnosis adalah kondisi pikiran seseorang yang terkonsentrasi pada satu hal sehingga dia mengabaikan segala hal yang terjadi di sekelilingnya. Kondisi seperti ini hanya bisa dilakukan atas izin diri sendiri, sedangkan ahli hipnotis hanya membimbing orang tersebut supaya bisa masuk ke dalam kondisi yang dia inginkan. Karena itulah, hipnosis tidak bisa dipakai untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai prinsip dan moral orang yang dihipnosis. Walaupun begitu, hipnosis tetap bisa dipakai untuk memanipulasi dan mempengaruhi pikiran seseorang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar