Jumat, 10 Juli 2015

CARA MUDAH MELAKUKAN PROFILING








Kalau ada di sini yang pernah melihat film CRIMINAL MIND, tentunya pasti tahu tentang istilah pada gambar di atas. Istilah yang saya maksud adalah profiling. Sebelum saya melangkah lebih jauh ke bagaimana cara untuk melakukan profiling, terlebih dahulu mari kita definisikan apa itu profiling. Menurut dictionary.reference.com, profiling adalah penggunaan karakteristik personal atau pola tingkah laku sebagai daya ukur untuk menggeneralisasikan seseorang.



Berbeda dengan deduksi (lih.KEMAMPUAN DEDUKSI) yang mana deduksi dilakukan secara seketika oleh individu, profiling dilakukan secara lebih mendetail dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang ada. Karena itulah, profiling apalagi offender profiling, seringkali dilakukan oleh tim khusus. Di FBI, profiling dilakukan oleh tim yang bernama BAU (Behavioural Analysis Unit). Sebelum kita melakukan offender profiling, sebaiknya kita mulai melatih diri terlebih dahulu dengan melatih kemampuan observasi (lih. KEMAMPUAN OBSERVASI) atau melakukan profiling sederhana kepada orang-orang yang dekat dengan kita sendiri. Di bawah ini adalah langkah perlangkah bagaimana cara melakukan profiling yang saya ambil dari WIKIHOW.



IDE DASAR

1.   Ibaratkan Orang Seperti Bawang Merah
Sebagai contoh, kita ibaratkan kalau manusia memiliki 4 lapis kulit seperti layaknya bawang merah. Semakin dalam kita masuk ke dalam lapisan bawang, semakin mudah kita membaca orang tersebut. 

·       Lapisan Pertama
Sebagai manusia, kita menunjukkan perilaku dan kepribadian kita di hadapan orang lain. Dari perilaku dan kepribadian tersebut, terdapat kepribadian-kepribadian dan perilaku khusus yang keluar dari tubuh kita tanpa kita menyadarinya. Bisa jadi perilaku tersebut keluar di saat kita bercakap-cakap di sekolah, atau di saat kita membicarakan cuaca dan gaya hidup lainnya.

·       Lapis Kedua
Orang yang paling kita hormati dan hargai seperti misalnya teman sekelas, rekan satu kerja, lebih dapat kita percayai daripada orang asing. Hal ini membuat kita mampu membicarakan secara nyaman berbagai hal-hal lumrah yang terjadi dalam kehidupan kita. 

·       Lapis Ketiga
Ikatan hubungan yang erat seperti pada persahabatan, pernikahan menghasilkan “kunci” rasa aman di antara berbagai macam orang. Lapis ketiga ini, bisa kita definisikan sebagai cara kita mempresentasikan diri kita dalam hal-hal yang pribadi. Hal- hal seperti berbagi rahasia, menceritakan rasa takut dan kekhawatiran merupakan implementasi dari lapisan ini.

·       Inti
Setiap manusia memiliki “inti” dimana pikiran dan rahasia tidak diceritakan kepada siapapun kecuali dirinya sendiri. Lapisan terakhir ini, jauh lebih psikologis dari pada 3 lapisan lainnya. Hal ini dikarenakan kita memiliki keraguan antara bisa menerima dan tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi dalam diri kita tersebut.

2.   Terimalah Kenyataan
Bersiaplah untuk menerima kenyataan apapun setelah kita menyelesaikan proses profiling yang kita pelajari. Apapun itu, percayalah karena fakta tidak pernah berbohong. Banyak situasi profiling seperti ini, menghasilkan rasa bersalah, rasa malu dan rasa tidak aman yang justru akan mengalihkan diri kita dari kenyataan yang sesungguhnya.

3.   Musnahkan Setiap Prasangka
Prasangka adalah keadaan dimana kita melemparkan opini tanpa dilandasi fakta dan atau pengetahuan. Biarkan dirimu di dalam area netral pikiran sehingga kita tidak termakan oleh opini palsu.

MENGANALISIS SUBJEK PENELITIAN

1.   Analisalah Orang Yang Kita Kenal
Sebagai tahap pembelajaran awal dalam melakukan profiling, mulailah dengan orang yang kita kenal terlebih dahulu. Hindari orang asing, dikarenakan butuh waktu yang agak lama untuk melakukan pengamatan terhadap mereka. Disarankan untuk melakukan hal ini kepada orang-orang seperti teman, rekan kerja, dan lain sebagainya.

2.   Kenalilah Dahulu Profil Dasar Mereka
Profil dasar yang dimaksud di sini adalah zona nyaman mereka, atau keadaan dimana mereka sedang rileks (lapis kedua).

3.   Amati Perilaku Mereka di Saat Waktu-Waktu Tertentu
Buatlah catatan mengenai reaksi-reaksi mereka di waktu-waktu tertentu. Evaluasi mereka pada hari-hari yang berbeda, dan lihatlah bagaimana mereka berinteraksi kepada orang lain. Setiap dari kita memiliki tingkat-tingkat stress yang berbeda, sehingga akan berbeda antara di rumah dengan di tempat kerja, atau jika seseorang tidak menyukai atau menyukai individu tertentu, mereka akan bertingkah berbeda terhadap satu sama lain. Kenali perbedaan tersebut.

4.   Catatlah Daftar Pola Tingkah Laku Subjek
Bentuklah daftar catatan yang kita tulis menjadi pola tingkah laku. Pola-pola tingkah laku ini, merupakan fondasi dasar supaya kita mengetahui mengenai apa yang palsu tentang mereka, dan apa yang asli tentang mereka. Hal-hal seperti perilaku khusus di bawah, wajib kita kenali:

·         Nada bicara yang berbeda (tertarik, gugup, takut, defensif, dll)

·         Lirikan mata

·         Ekspresi wajah

·         Bahasa Tubuh (terutama pembawaan)


5.   Fokuskan Diri Kita Pada Gerakan yang Tidak Terpola
Catatlah gerakan-gerakan yang datang secara tidak terduga (tidak sesuai pola). Bandingkan dengan profil dasar mereka.

MENINGKATKAN PENGETAHUAN

1.   Definisikanlah Siapa Mereka
Buatlah kondisi personal mereka, wujud, dan gaya mereka, mendefinisikan siapakah “mereka” itu.

2.   Kenali Nada Mereka Saat Mereka Berbicara Pada Orang Lain
Cara berbicara yang memiliki nada lembut, bisa diartikan sebagai sikap “malu-malu” yang merupakan karakter dari subjek yang kita teliti. Namun, hal itu juga bisa berarti pengaruh dari faktor-faktor lingkungan seperti rasa lelah. Suara yang keras menunjukkan kalau subjek ingin menunjukkan kalau dirinya ingin  memimpin, dan merasa lebih tinggi daripada yang lain. Nada-nada bicara seperti beberapa hal di bawah ini, wajib kita kenali.

·        Apakah nada mereka berubah ketika mereka mengemukakan pendapat, atau tetap sama?
·        Apakah mereka berkomunikasi denganmu dengan bahasa yang lebih dewasa, atau dengan bahasa yang kekanak-kanakan? Hal ini akan memberikanmu rasa tertentu mengenai tingkat pendidikan beserta penguasaan kosakata dari subjek tersebut.

·     Pastikan kita sadar dan mampu membedakan antara sikap berlebihan, sarcasm, bahasa slang, dan ekspresi-ekspresi verbal lain yang biasa digunakan di dalam percakapan. Lihatlah konteks aliran kata yang subjek gunakan di saat mereka bicara, mengingat hal tersebut akan membuat kita mampu membedakan antara tingkat pendidikan yang tinggi, dengan berpura-pura membuat diri mereka seolah pintar.

3.   Analisalah Hal-hal Yang Pribadi

Hubungkanlah antara kehidupan di rumah dan kehidupan di tempat subjek bekerja, dengan bagaimana cara mereka merepresentasikan diri di depan publik. Sebagai contoh:

·         Lingkungan seperti apakah tempat mereka tinggal? Rumah yang sederhana dengan biaya yang murah berarti mereka mampu tinggal menggunakan hasil kerja keras sendiri. 

·    Kemampuan berorganisasi dapat memberitahukan kita mengenai banyak hal. Namun, ada baiknya supaya kita tidak mengambil kesimpulan terlalu cepat. Jika mereka mengikuti jadwal yang sangat ketat, maka bisa dipastikan kalau mereka tidak akan punya waktu untuk membersihkan rumah mereka sendiri. Biasanya, semakin teratur seseorang di depan umum, semakin besar pula tingkat kepercayaan dirinya sehingga sangatlah susah bagi orang tersebut untuk merasa tertekan di kondisi yang kacau.

·     Bagaimana cara mereka membagi kehidupan pribadi mereka dengan orang lain? Banyak dari kita merasa tidak aman apabila melakukannya di depan umum. Tetapi, apabila kita memasuki kantor pribadi dari orang-orang yang kita analisa, maka secara umum kita berarti sedang memasuki “zona nyaman” orang tersebut. Banyak orang (bahkan dokter dan psikiater) menyimpan foto keluarga mereka di depan meja kerja mereka. Hal ini mampu menyiratkan kepada kita mengenai kehidupan pribadi orang tersebut.

4.   Reviu Gaya Hidup Mereka (Fashion)

Nilailah aspek yang satu ini, seolah kita sedang melihat mobil atau rumah seseorang. Kita bisa menyimpulkan mengenai kemampuan berorganisasi sesorang, ketika kita melihat bagaimana cara mereka berpakaian dan membawakan diri mereka di depan umum. Sebagai contoh:

·       Apakah baju mereka dimasukkan ke dalam, atau dikeluarkan? Apakah penampilan mereka cocok untuk keadaan berbisnis dengan klien, ataukah penampilan mereka cocok untuk keadaan berada dalam liburan. Apakah penampilan mereka menyimpulkan kalau mereka seorang profesional, atau mereka yang hidup dalam keterasingan.

·         Lihat gaya rambut mereka. Apakah gaya rambut mereka menyiratkan kalau mereka hanya menghabiskan diri mereka di cermin dalam waktu yang sebentar, atau dalam waktu yang lama. 

·     Jenis alas kaki apa yang mereka gunakan? Apakah mereka memakai sepatu pantovel mengkilat, atau menggunakan sandal jepit lusuh.

5.   Ikuti Reaksi Mendadak Mereka, di Saat Berada di Depan Umum

Di saat mereka bersendawa, lihatlah apakah mereka berusaha menyembunyikannya, ataukah mereka melakukannya dengan terang-terangan? Bersendawa, bersin dan batuk, bisa memisahkan antara mereka yang beretika dengan mereka yang tidak mempelajarinya sama sekali.

6.   Kenali dan Deteksi Gerakan Mata

Di bawah ini merupakan indikasi dasar gerakan-gerakan mata sebagai penilaian terhadap bahasa tubuh seseorang ketika mereka bercerita.
·      Melihat ke atas seolah ingin melihat dahinya sendiri, berarti mereka sedang berpikir, atau meminta tolong kepada tuhan, bukan tanda yang terlalu bagus. 

·       Melihat ke kiri, berarti dia sedang membayangkan suara yang familiar. Hal ini biasa  kita sebut dengan gerakan mata melihat telinga.

·    Melihat ke atas lalu ke kiri atas, mengindikasikan kalau orang tersebut sedang   berfikir atau melakukan flashback.

·       Melihat ke bawah apalagi secara terus menerus, menyiratkan sikap submisif.

·       Melihat ke depan, berarti tanda visi yang kuat dan kepercayaan diri yang tinggi 

·   Melihat ke kanan, lalu ke atas, menyiratkan kalau dia sedang membangun imajinasinya

7.  Evaluasilah Tingkat Kenyamanan Seseorang Ketika Berada di Depan Banyak Orang

Beberapa orang, memiliki kecenderungan untuk memperlihatkan kegugupan ketika berada di depan banyak orang. Amatilah hal-hal spesifik di bawah ini:

·    Orang yang kurang sabar/gugup, akan lebih sering kelihatan mengetuk-ketukan gerakan kaki mereka lebih sering daripada orang yang memiliki sikap sabar (ekspresi muka sebaiknya juga dilihat). Selain itu, mereka juga akan melakukan hal lainnya seperti menggigit jari, menghela nafas, atau melihat jam/hp lebih banyak dari orang di sekitarnya.
  
APABILA ANDA MEMILIKI PERTANYAAN, SILAHKAN KETIK PERTANYAAN ANDA DI KOLOM KOMENTAR. APABILA ARTIKEL INI BERMANFAAT, SILAHKAN ANDA BAGIKAN ARTIKEL INI KEPADA TEMAN-TEMAN ANDA :-)



                            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar