Minggu, 28 Juni 2015

TIPS MENGINGAT NAMA DAN WAJAH ALA DETEKTIF



Di antara berbagai skill detektif yang saya kemukakan, kemampuan yang paling bermanfaat menurut saya pribadi adalah kemampuan mengingat. Karena itulah, saya selaku admin dari blog ini banyak mengemukakan berbagai kemampuan mengingat. Apabila kita melatih kemampuan mengingat secara tekun, maka secara otomatis kita juga melatih kemampuan observasi, intuisi serta penggunaan alam bawah sadar beserta fungsi otak kanan.


Di kesempatan kali ini, saya akan mengemukakan mengenai kemampuan mengingat yang tentunya sangat bermanfaat. Kemampuan yang saya maksud adalah kemampuan mengingat nama dan wajah. Di dalam wikipedia, disebutkan kalau Harry Lorrayne sering menunjukkan kemampuan sulap mentalisme-nya ini, terutama kemampuan ingatannya dalam mengingat nama dan wajah seseorang. Begitu juga dengan pioneer ahli ingatan lainnya seperti Dominic O’brien. Mereka mampu menunjukkan kemampuan mengingat bahkan sampai ratusan wajah hanya dalam beberapa menit. Untuk seorang salesman atau pekerjaan-pekerjaan lain yang mana kemampuan untuk mengingat wajah klien kita sangatlah penting, kemampuan yang satu ini, tentu sangat bermanfaat. Jadi, bagaimanakah cara untuk mengingat wajah ini sehingga kita bisa mengingat wajah seseorang secara cepat dan jelas? Berikut adalah trik mengingat wajah yang seringkali kita selalu lewatkan.

1   Do Judge A Book by It’s Cover
(copyright by sawriters.org.au)
Pernah mendengar peribahasa berbahasa Inggris Don’t Judge The Book by It’s Cover? Kalau kita terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, maka tentu akan lebih familiar. “Jangan Nilai Buku dari Sampulnya”. Peribahasa ini berarti kita tidak boleh menilai seseorang hanya dari keadaan fisiknya. Apa peribahasa ini benar? Tentu aja. Sayangnya, peribahasa ini tidak boleh diterapkan ketika kita berusaha mengingat nama seseorang. Kita justru harus menilai buku yang ada di hadapan kita berdasarkan sampulnya, apakah sampulnya lecek, lusuh, warnanya ngejreng, atau lain sebagainya. Sebagai contoh, lihat gambar di bawah.


 
Timothy O'mundson, pemeran Carlton Lassiter dalam Seri Detektif Amerika Psych
Gunakan kesan pertama kalian terhadap gambar orang tersebut. Saya pribadi, menilai orang tersebut sebagai: “versi tegas dari Mr. Bean”.


Gunakan Karakteristik Fisik yang Khusus
copyright by www.flickr.com
Ketika kita berkenalan dengan seseorang, gunakan karakteristik khusus tubuhnya sebagai tanda pengenal. Sebagai contoh, apabila kita berkenalan dengan seorang wanita yang memiliki ukuran pantat di luar akal sehat, maka silahkan bandingkan dia dengan Bis Double Decker (tentunya hanya di pikiran kita masing-masing). Selain itu, kita juga bisa membandingkannya dengan karakteristik khusus orang lain yang familiar, seperti yang saya lakukan pada gambar nomor 1 di atas.


     Bandingkan Namanya dengan Nama yang lebih Familiar
Sebagai contoh, apabila kita berkenalan dengan seseorang yang memiliki karakteristik khusus (sebagai contoh memiliki telinga lebar seperti telinga gajah afrika), dia mengenalkan namanya dengan nama Dedi Suharto. Maka untuk mengingat namanya, kita bisa membandingkan namanya dengan nama yang familiar. Sebagai contoh, saya membayangkan Deddy Corbuzier memiliki telinga gajah dan dimasukkan ke dalam uang Rp 50.000,00 era 1998 (seperti layaknya Suharto). Dengan cara ini, kita akan bisa mengingat secara lebih jelas dan detail.
Dedy Corbuzier (copyright by liputan6.com)

     Ketika Berkenalan, Tanya Namanya Secara Terperinci
Ketika berkenalan dengan seseorang, tanyalah namanya secara lengkap, kalo perlu tanya riwayat namanya, arti namanya, nama lengkapnya, bagaimana cara menulis namanya dan berbagai hal lainnya. Tidak hanya hal ini secara psikologis membuat orang yang berkenalan dengan kita merasa dianggap istimewa, hal ini juga membantu alam bawah sadar kita dalam mengingat orang tersebut.

     Bagaimana Jika Wajah dan Namanya Tidak Familiar?
Bagaimana kalau saat kita berkenalan dengan seseorang, wajah dan namanya tidak familiar? Maka kita bisa menggunakan tempat dimana kita berkenalan dengannya, atau tipe pakaian serta pembawaan. Sebagai contoh (tentu ini hanya imajinasi), saya bertemu dengan seorang pengusaha bernama Ardi Wilarmo (saya ga punya teman atau kenalan bernama Ardi ataupun Wilarmo). Ketika dia berkenalan dengan saya, dia memakai celana katun dan kemeja 2 kancing. Wajahnya tidak familiar, jadi bagaimana saya bisa mengingatnya?

Menggunakan data tersebut, kita bisa menggunakannya sebagai asosiasi dan imajinasi. Sebagai contoh, namanya adalah Ardi. Saya memang tidak punya kenalan atau artis favorit bernama Ardi, tapi saya punya teman dengan nama Ari ataupun Adi, maka bayangkanlah teman kita tersebut. Nama keduanya Wilarmo, tidak sedikitpun ada yang terlintas di pikiran saya. Karena itu, mari kita gunakan benda sebagai asosiasi. Potongan Wilar dari kata Wilarmo, sangat mirip dengan kata pilar, atau bisa kita  gunakan klub sepakbola Itali (kalau kita penggemar bola) Palermo. Mari kita hubungkan. Kita bayangkan teman kita Ari, berada di samping pilar, atau menggunakan seragam sepakbola Palermo.

Di tahap selanjutnya, ingat baju yang dia pakai. Dia menggunakan celana katun dengan T-Shirt berkerah dengan hanya 2 kancing di atasnya. Apa yang bisa kalian imajinasikan dari hal tersebut? Saya pribadi membayangkan kalau orang dengan pakaian seperti itu adalah seorang pegolf. Kalian bisa menggunakan imajinasi kalian apapun itu yang terlintas di kepala kalian. Lalu hubungkan dengan imajinasi sebelumnya. Sebagai contoh, bayangkan teman kita Ari berada di samping pilar sambil bermain golf. Dengan ini, asosiasi dan imajinasi akan terbentuk, sehingga apabila kita bertemu lagi dengan orang tersebut, secara otomatis alam bawah sadar akan memproses ingatan dan membuat kita akan teringat pada orang tersebut.


APABILA ANDA MEMILIKI PERTANYAAN, KRITIK ATAUPUN SARAN SILAHKAN KETIK PERTANYAAN ANDA DI KOLOM KOMENTAR. APABILA ARTIKEL INI BERMANFAAT, SILAHKAN ANDA BAGIKAN ARTIKEL INI KEPADA TEMAN-TEMAN ANDA :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar