Senin, 06 April 2015

TANATOLOGI, ILMU KEMATIAN!




Mengingat ada beberapa permintaan dari pembaca yang menginginkan adanya forensik praktis di blog ini, maka mulai dengan artikel ini, saya akan memulai pembahasan forensik praktis dengan membahas mengenai tanatologi. Mudah-mudahan hal yang akan saya bahas di bawah, akan sangat bermanfaat untuk kita semua.

APA ITU TANATOLOGI?

Tanatologi/Thanatology adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perubahan-perubahan pada tubuh seseorang yang telah meninggal.

APAKAH MANFAAT ILMU INI?

Pengetahuan ini berguna untuk:
  • Menentukan seseorang telah benar-benar telah meninggal atau belum
  • Menentukan kapan seorang meninggal
  • Membedakan perubahan-perubahan post mortal dengan kelainan-kelainan yang terjadi di saat korban masih hidup
KAPAN SESEORANG DIKATAKAN BENAR-BENAR MENINGGAL?

Seseorang dikatakan benar-benar meninggal ketika sistem pernafasan dan sistem peredaran darah berhenti secara lengkap dan permanen.

PEMBAGIAN JENIS KEMATIAN

Secara umum, kematian terbagi atas 2 jenis:

         Somatic Death (Systemic Death / Clinical Death)
         Dengan ciri pernafasan dan peredaran darah telah berhenti

         Cellular Death (molecular death)
         Kematian hingga tingkat sel (kematian pasti)

SOMATIC DEATH

APAKAH ITU SOMATIC DEATH ?
Somatic death adalah kejadian dimana manusia sudah tidak lagi menjadi unit dari masyarakat. Pada dasarnya orang yang mengalami somatic death tidak sadar lagi atas dirinya dan dunia.

BAGAIMANA MEKANISME TERJADINYA SOMATIC DEATH?
Pada Somatic Death, fungsi peredaran darah dan pernafasan berhenti -> anoxia yang lengkap dan menyeluruh pada seluruh jaringan

Akibatnya, proses aerobik di dalam sel-sel berhenti, sedangkan proses anaerobik masih berlangsung

         Beberapa jaringan masih dapat hidup hingga beberapa waktu:
  • Sel-sel syaraf, masih dapat hidup hingga 5 menit 
  • Jaringan otot, selama 3 jam ke depan setelah orang meninggal, masih bisa dirangsang secara mekanik/eletrik 
  • Mata ->dalam 4 jam -> ditetesi Atropin ->midriasis (dilatasi pupil berlebih dalam kasus ini dikarenakan ditetesi atropin)
Tanda-tanda kematian yang bisa diperiksa dalam keadaan somatic death:
  
  • Hilang pergerakan dan sensibilitas 
  • Terhentinya pernafasan 
  • Berhentinya denyut jantung dan peredaran darah


BAGAIMANAKAH CIRI-CIRI TERSEBUT BISA KITA KENALI?

Hilangnya sensibilitas -> diukur menggunakan EEG (Electro Enchepalography), alat pengukur aktivitas elektrik yang ditempelkan pada SCALP

Berhentinya pernafasan
Auscultatoir: dengan stetoskop di daerah laring (pangkal tenggorokan) dan didengarkan secara terus menerus selama 5 hingga 10 menit
Tes dari Winslow: gelas berisi air diletakkan di daerah epigastrium (bagian atas pusat abdomen), bila permukaan air bergerak, berarti korban masih hidup
Mirror Test -> letakkan sebuah cermin di depan lubang hidup dan mulut, jika korban masih bernafas, maka cermin akan menjadi buram dan itu berarti korban masih hidup

Berhentinya jantung dan peredaran darah diukur dengan:

Auscultatoir, dengan menempelkan stetoskop pada pericardial secara terus menerus selama 5 hingga 10 menit

Tes MAGNUS: jari tangan diikat pada seutas tali -> aliran darah venous (-), sedangkan aliran darah arterial (+), bendungan distal dari ikatan -> syanotic (munculnya warna biru atau ungu pada kulit dan membran dikarenakan kurangnya oksigen) dan pada daerah ikatan tampak pucat. Sebaliknya, apabila tidak terjadi perubahan warna, berarti aliran darah sudah tidak ada

Tes ICARD: dengan menyuntikan larutan ICARD secara subcutan (injeksi ke bagian bawah permukaan kulit pada jaringan konektif atau lemak di bawah). Bila sirkulasi masih ada, maka daerah sekitar suntikan akan berwarna kuning kehijauan

Arteri radialis diinsisi (diiris layaknya saat pembedahan), bila sirkulasi masih ada darah akan keluar secara pulsatif     

CELLULAR/MOLECULAR DEATH

APAKAH ITU CELLULAR/MOLECULAR DEATH ?

Disebut juga kematian pasti, terjadi apabila sel di dalam tubuh sudah tidak melakukan metabolisme dan respirasi.
 
APAKAH TANDA-TANDA TERJADINYA CELLULAR/MOLECULAR DEATH?

Tanda-tanda Cellular Death:
ARGOR MORTIS(menurunnya suhu mayat)
LIVOR MORTIS(lebam mayat)
RIGOR MORTIS(terjadinya kaku mayat)
Perubahan pada kulit
Perubahan pada mata
Proses pembusukan dan kadang-kadang terjadi mumifikasi dan adipocere (substansi organik layaknya lilin yang keluar dari tubuh mayat, berasal dari lemak sang mayat)

MATI SURI

APA ITU MATI SURI?
Mati suri atau apparent death, terjadi karena proses vital dalam tubuh menurun sampai taraf minimum untuk kehidupan, jika matinya mati dalam keadaan klinis (somatic death).

APA YANG MENYEBABKAN TERJADINYA MATI SURI?
Pemicu yang menyebabkan terjadinya mati suri:

Terkena aliran listrik atau petir
Kedinginan
Tenggelam
Anestasi yang dalam
Acute Heart Failure (gagal jantung akut)
Neonatal Anoxia (peristiwa kekurangan supply oksigen pada darah atau pada organ, pada bayi yang baru lahir)
Menderita Catalepsy  (sejenis sindrom yang biasanya terjadi pada penderita epilepsi dan parkinson, dengan terjadinya kekakuan tubuh tanpa respon, hingga melambatnya fungsi tubuh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar