Minggu, 12 April 2015

LIVOR MORTIS







LEBAM PADA TUBUH JENAZAH


Ketika somatic death  (lih. somatic death) terjadi, aliran darah pada tubuh berhenti dan gerakan-gerakan pada darah yang terjadi di setiap sudut tubuh, juga ikut berhenti. Hal ini menyebabkan darah tersebar di berbagai tubuh tersebut dan menggumpal, membentuk gumpalan ungu dan kemerahan yang menyebabkan terjadinya lebam pada permukaan tubuh, dan membuat terjadinya hypostasis/livor mortis. Hukum gravitasi akan membuat darah tersebut turun ke posisi bagian di mana tubuh pada saat kematian ada di bagian tubuh terbawah, membuat ciri khas pada permukaan kulit tubuh yang bisa kita lihat dan kita gunakan pada investigasi kematian. Di bawah ini adalah kronologi terjadinya lebam pada mayat.

Orang meninggal -> peredaran darah stop -> timbul stagnansi

Gaya gravitasi -> darah mencari tempat yang terendah -> mengendap -> terlihat bintik-bintik warna merah kebiruan (LEBAM MAYAT)

Lebam mayat, terjadi baik itu pada kulit ataupun isi perut. Wujud normal dari lebam mayat, akan terlihat ketika 2 jam setelah kematian dan berkembang secara utuh ketika 6 hingga 8 jam setelah kematian. Pada penderita tipus, kolera, uremia dan congestive heart failure, lebam akan langsung terlihat dalam waktu yang cukup cepat, sedangkan pada penderita anemia, lebam akan lebih lama terjadi. Tekanan rendah pada titik dimana jenazah tersebut bertumpu (misalnya apabila jenazah meninggal dalam keadaan terduduk dan bersandar, punggung dan pantat), akan menyebabkan bagian tersebut tidak mengalami kelebaman, karena itulah posisi tubuh ketika dia meninggal bisa diidentifikasi dengan livor mortis ini. Lebam mayat, sangat mirip dengan luka memar, jadi harus dibedakan. Lebam terjadi pada seluruh bagian tubuh, walau kadang dalam tubuh yang memiliki kulit gelap, hal ini kadang tidak terlalu terlihat. 


LEBAM MAYAT
LUKA MEMAR
LOKASI
Bagian Tubuh Terendah
Sembarang tempat
BILA DITEKAN
Lazim Hilang
Tidak Hilang
PEMBENGKAKAN
Ada
Tidak ada
BILA DIIRIS
Darah Intravasculer
Darah Extravasculer
TANDA INTRAVITAL
Tidak ada
Ada

Manfaat Hypostasis/lebam mayat/livor mortis


  • Tanda Pasti Kematian

Membantu menentukan waktu kematian terjadi
Membantu memperkirakan posisi tubuh mayat saat meninggal dan gerakan-gerakan apa yang dia lakukan sebelum dia meninggal  
Membantu mendeteksi penyebab kematian:

Jika jenazah meninggal akibat keracunan sianida, karbon monoksida dan nitrit, hypostasis akan muncul dalam warna merah terang/cherry red, sedangkan pada jenazah yang meninggal akibat kedinginan, hypostasis akan berwarna pink. 

Jika jenazah meninggal dalam keadaan keracunan nitrat/nitro benzena, potasium klorat dan anilin, maka hipostasis akan berwarna coklat.

Jika jenazah meninggal karena asphyxia, maka hypostasis akan berwarna ungu gelap (dark violet)/mendekati kebiruan.

Jika jenazah meninggal karena pendarahan (luka), hypostasis akan berwarna agak pudar/kusam, tidak cerah.

Jika meninggal dalam keadaan tenggelam, maka hypostasis akan muncul di kepala dan bahu.

  • Hypostasis mengindikasikan posisi tubuh setelah meninggal baik itu berbaring, tertelungkup atau tergantung:

Jenazah dalam posisi telentang, maka hypostasis akan muncul di punggung, tengkuk, ubun-ubun, bagian fleksor tungkai dan pantat.

Jenazah dalam posisi tertelungkup, maka hypostasis akan muncul di pipi, dagu, dahi, dada, perut dan bagian ekstensor tungkai.

Pada jenazah yang meninggal dalam keadaan tergantung, lebam muncul pada ujung ekstrimitas atas, ekstrimitas bawah dan genitalia externa (scrotum).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar