Minggu, 05 April 2015

Kejahatan Apakah Yang Paling Sulit Dibuktikan?



Saya punya pertanyaan untuk para penggemar detektif yang ada di sini? Kira-kira kejahatan apa yang paling sulit dibuktikan? Beberapa di sini mungkin akan ada yang menjawab pembunuhan, penculikan, perampokan, atau bahkan pencurian. Tapi bukan kejahatan-kejahatan tersebutlah yang paling susah dibuktikan. Ada sebuah jenis kejahatan yang bahkan apabila pelakunya tertangkap basahpun, pelakunya bisa saja tidak akan ditangkap. Jadi, kejahatan jenis apakah yang saya maksudkan?

Di dunia internasional, kejahatan ini dikenal dengan sebutan fraudster, con, scam, deception dan di Indonesia sendiri terkenal dengan sebutan penipuan. Jadi kenapa saya sebutkan kalau penipuan adalah kejahatan yang paling susah dibuktikan? Hal ini dikarenakan seorang penipu, apalagi yang sudah pro, biasanya memanfaatkan pengetahuan korban yang biasanya awam atas suatu mekanisme tertentu, lalu dengan memanfaatkan rasa percaya dari korbannya atas pengetahuan lebihnya, dia melancarkan aksinya. Beberapa orang penipu bahkan bersusah-susah dulu membangun reputasi untuk memperoleh kepercayaan dari orang yang dia tipu. 

Karena sifat alaminya yang seperti ini, penipuan sangatlah sulit untuk dibuktikan di pengadilan. Bahkan beberapa ahli menyebutkan kalau penipu profesional hampir tidak bisa ditangkap. Ketika misalkan kita mengalami penipuan dan melaporkannya di polisi, ada kemungkinan kalau polisi tidak akan menindak penipuan tersebut (dikarenakan teknisnya sendiri sangat sulit). Bahkan jika penipunya berhasil ditangkap, uang kita tidak dijamin akan kembali, dan ketika kita mengajukan kasus tersebut ke pengadilan, biaya pengadilan, justru mungkin akan lebih banyak daripada jumlah uang kita yang berhasil dikuras oleh penipu tersebut.

Supaya kita lebih mengetahui bagaimana mindset para penipu, maka saya sarankan kepada para detektif di sini untuk banyak mempelajari berbagai mekanisme hukum perdata, pidana, mekanisme bank, mekanisme jual beli online dan konvensional, dan jangan terlalu percaya kepada orang lain bahkan jika itu teman sekelas sendiri. Selain itu, berhati-hatilah jika kita harus mengisi identitas atau menandatangani sesuatu. Baca terlebih dahulu suatu dokumen perjanjian/kontrak sebelum kita menyerahkan tanda tangan kita kepada orang lain. Selain itu, di saat kita bertransaksi ada baiknya untuk bertemu dengan orangnya langsung (untuk yang online) dan menggunakan saksi dan kertas bermaterai (saksi harus disepakati oleh kedua belah pihak dan dipastikan tidak memihak). 

Ada beberapa buku yang saya sarankan kepada para detektif di sini untuk dibaca supaya bisa menghindari penipuan. Di antara buku yang saya sarankan adalah: The Art of Human Hacking karya Kevin Mitnick, The Art of Deception dan The Art of Intrusion, dari pengarang yang sama. Supaya memperoleh gambaran lebih luas mengenai jenis kejahatan ini, silahkan baca manga/komik jepang yang berjudul kurosagi atau di luar negeri dikenal dengan sebutan The Black Swindler. Walaupun di internet banyak terjemahan komik ini yang berbahasa Inggris, tapi bahkan jika kita mengerti Bahasa Inggris, saya tidak sarankan untuk membaca komik ini dalam bahasa Indonesia dikarenakan bahasa-bahasa teknis dan mekanisme yang sulit akan membuat kepala anda pusing 7 keliling.   

APABILA ANDA MEMILIKI PERTANYAAN, SILAHKAN KETIK PERTANYAAN ANDA DI KOLOM KOMENTAR. APABILA ARTIKEL INI BERMANFAAT, SILAHKAN ANDA BAGIKAN ARTIKEL INI KEPADA TEMAN-TEMAN ANDA :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar