Sabtu, 04 April 2015

Kasus Nyata Sang Pengarang Sherlock Holmes



Siapa yang tidak kenal dengan Sir Arthur Conan Doyle. Orang yang dikenal sebagai pengarang dari Sherlock Holmes ini, adalah orang pertama yang mempopulerkan metode deduksi dan observasi serta kemampuan detektif (linknya bisa dilihat di bawah). Para Sherlockian (sebutan bagi para fans Sherlock Holmes) biasanya mengkaji buku-buku yang dia karang untuk memperoleh dan mempelajari kemampuan tersebut, namun bukan hanya karena buku-buku Sherlock Holmes karangannya tersebut saja saya mengaguminya, tapi karena dia sendiri menggunakan kemampuannya tersebut layaknya Sherlock Holmes versi asli. Terdapat 2 kasus terkenal yang ditangani oleh Sir Arthur Conan Doyle, yang pertama adalah kasus George Edalji, sedangkan kasus yang kedua adalah kasus Oscar Slater. Di kesempatan kali ini, saya hanya akan menceritakan kasus mengenai George Edalji saja. Supaya loading page tidak terlalu lama, saya membagi artikel ini ke dalam 5 halaman.

Mari kita mulai dengan siapa itu George Edalji. George Edalji dilahirkan dari seorang ayah berkebangsaan India yang menikah dengan seorang perempuan Inggris, yang kemudian masuk ke dalam agama kristen, dan bahkan seterusnya menjadi pemimpin spiritual dari komunitas kecil di Staffordshire. Dikarenakan Edalji merupakan keturunan orang India, beberapa orang di komunitas gereja di sana tidak senang kalau harus melihat seorang keturunan persia melakukan ceramah kristen. 

Pada tahun 1892, ketika George berusia 16 tahun, keluarga Edalji mulai mendapatkan surat ancaman di kotak surat mereka. Di saat yang sama, pemimpin gereja Staffordshire memperoleh surat ancaman dan penghinaan yang surat tersebut, ditandatangani oleh tanda tangan palsu Edalji, membuat orang-orang di sekitarnya membenci mereka. Iklan penghinaan, kemudian muncul di koran lokal, hal ini membuat George yang saat itu tinggal di asrama gereja memperoleh pengucilan. 

Penghinaan terhadap keluarga Edalji kemudian berlanjut dengan terjadinya insiden mutilasi terhadap hewan ternak di sepanjang Great Whirley. Kepolisian setempat, kemudian memperoleh surat tidak bernama yang isinya menuduh kalau George Edalji adalah orang yang bertanggung jawab atas mutilasi hewan ternak tersebut. Surat ini tidak hanya sampai pada kepolisian saja, namun telah menyebar hingga ke seluruh masyarakat. George kemudian ditangkap oleh polisi, dan dikarenakan dia tidak memiliki alibi, dia divonis penjara selama 7 tahun. 


1          2         3          4          5   Selanjutnya>

(Catatan: Hak Cipta Gambar-Gambar di Artikel ini Adalah Milik Sumber Aslinya) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar