Sabtu, 11 April 2015

ARGOR MORTIS


PENURUNAN SUHU TUBUH PADA JENAZAH

Penentuan temperatur suhu tubuh memiliki peranan yang sangat penting di dalam penentuan kematian, kecuali ketika muncul gejala-gejala eksternal yang mengindikasikan kalau kematian terjadi 24 hingga 36 jam sebelumnya. 


Pada dasarnya, temperatur tubuh normal tidaklah tetap. Setiap orang memiliki suhu tubuh yang berbeda-beda berdasarkan ukuran (berat, tinggi, dll) dan keadaan psikologis. Temperatur suhu tubuh, umumnya 10 lebih tinggi daripada suhu mulut. 

Setelah terjadinya kematian, temperatur tubuh umumnya menurun sekitar 1,50 C setiap jam pada 6 jam pertama (itu berarti sekitar 90C), dan 10C ketika 6 jam kedua. Hingga akhirnya, setelah 12-18 jam setelah kematian, suhu tubuh akan mencapai suhu lingkungan tempat jenazah berada.

Pada jenazah, penurunan suhu tubuh (ARGOR MORTIS) diakibatkan oleh 2 faktor:
  • Produksi panas oleh tubuh berhenti 
  • Pengeluaran panas berlangsung terus 


Itu berarti, penurunan suhu tubuh pada jenazah dipengaruhi oleh beberapa hal:

Faktor eksternal, seperti misalnya angin, suhu udara dan tingkat kelembaban.
Postur tubuh, ibaratkan seperti cucian, semakin dilebarkan dan direntangkan baju basah, maka semakin cepat pula dia kering. Begitu pula jenazah, semakin lebar dan rentang postur jenazah, maka semakin cepat pula pelepasan kalor (dalam hal ini, penurunan temperatur tubuh).

Orang yang meninggal dalam keadaan obesitas mengalami penurunan suhu yang lebih lambat dibandingkan yang kurus, hal ini dikarenakan lemak merupakan konduktor panas yang buruk.

Pakaian, tubuh yang telanjang mengalami penurunan suhu tubuh lebih cepat daripada orang yang memakai baju, begitu pula orang yang hanya memakai t-shirt, mengalami penurunan suhu tubuh jauh lebih cepat daripada orang yang memakai jaket wol.

Anak-anak dan bayi, mengalami penurunan suhu tubuh lebih cepat dibandingkan orang dewasa, dikarenakan permukaan tubuh dan berat tubuhnya mempengaruhi hal ini.

Edema, orang yang memiliki jaringan tubuh yang teredema, sebagai contoh orang yang memiliki gagal jantung terbukti mengalami penurunan lebih lambat.

Suhu tubuh saat terjadi kematian, beberapa tipe kematian, seperti misalnya pada orang yang pernah mengalami infeksi akibat aborsi, atau yang berolahraga, biasanya mengalami suhu lebih tinggi sehingga penurunan temperatur suhu jenazah pada kondisi seperti ini, jauh lebih lambat daripada orang biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar