Sabtu, 28 Maret 2015

Trik Mengorek Informasi Secara Verbal Menggunakan "Past Tense"






Teman-teman detektif, kali ini saya akan menjelaskan mengenai salah satu teknik interogasi yang dikenal dengan sebutan past tense. Untuk yang pernah belajar Bahasa Inggris, tentu tahu apa itu past tense. Past tense di dalam istilah bahasa inggris dikenal dengan sebutan kalimat lampau. Apa maksudnya? Maksudnya, kita menggunakan kalimat lampau untuk mengorek informasi dari seseorang tanpa orang tersebut sadar kalau sebenarnya dia sedang membeberkan informasi penting.

Pada hakikatnya, seseorang tidak akan dengan mudahnya membeberkan informasi penting kepada lawan bicaranya. Namun, dengan memanfaatkan sifat alami manusia yang senang menyangkal dan membantah, hal ini bisa dikorek bahkan tanpa lawan bicara kita sadari. Teknik ini sendiri, saya ambil dari film Sherlock BBC (The Great Games) dan pernah saya praktekkan, sehingga saya yakin kalau teknik ini sangat berguna. Di bawah ini, adalah contoh penerapan metode ini:

Berikut adalah rincian kasus Sherlock Holmes dimana dia mempraktekkan teknik interogasi ini kepada isteri korban.

Kepolisian London menemukan sebuah mobil yang disewa dari perusahaan penyewaan mobil bernama Janus Car oleh seseorang bernama Ian Monkford di pinggiran sungai. Ian Monkford merupakan seorang bankir, dan membayar biaya sewa mobil tersebut dengan tunai. Di dalam mobil tersebut, ditemukan ceceran darah yang diperkirakan jumlah darah tersebut sekitar 1 pint, satuan ukuran kantong darah. Sementara mayatnya tidak ditemukan.
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, Holmes (S) kemudian bertanya kepada istrinya Ian Monkford (I) yang kemudian ada di TKP. Berikut percakapannya:
S:         “Nyonya Monkford” (Sherlock menghampiri Nyonya Monkford)
I:          “Ya maaf, tapi aku sudah berbicara dengan 2 petugas polisi”
             (di sini terlihat keengganan Nyonya Monkford untuk berbicara pada Sherlock)
S:      “Sherlock Holmes, teman lama suamimu (dengan ekspresi sedih). Kami, tumbuh besar bersama sejak kecil.” 
I:         “Maaf, Siapa? Kurasa dia tidak pernah menceritakan tentangmu.”
S:      “Kurasa sudah pernah.” (masih dalam ekspresi sedih). “Ini...ini sangat mengerikan. Maksudku aku tidak bisa mempercayainya. Aku baru saja menemuinya kemarin. Masih Ian yang sama, sangat cuek.”
I:         Maaf...suamiku mengalami depresi selama beberapa bulan. Siapa kau?”
S:      “Sangat aneh dia menyewa mobil. Kenapa dia melakukannya? Agak mencurigakan bukan?   (masih dalam ekspresi sedih)  
I:      Sama sekali tidak, dia hanya lupa membayar pajak mobilnya.” (istrinya mulai curiga pada Holmes)
S:       “Yah, begitulah Ian, selalu seperti itu.”
I:        Tidak dia tidak seperti itu.”
S:      “Benarkah, menarik!” (ekspresi arogan Sherlock kembali dari pura-pura sedihnya, dan sepertinya dia menemukan sesuatu yang penting dari ekspresinya)
Dari percakapan tersebut, kita bisa lihat kalau Sherlock menggunakan 2 buah kalimat lampau (kalimat dicetak tebal) dan hal ini langsung dibantah oleh istrinya Ian Monkford, dan tanpa sadar, dia mengungkapkan informasi penting (dicetak merah).
Di sebuah grup facebook detektif bernama K**I, saya mempraktekkan ilmu ini dan dengan mudahnya saya bahkan memperoleh informasi dalam beberapa kali pancingan. Hal ini dimulai dengan sang pembuat TS membuat sebuah case. Berikut case-nya:

Aku akan mem-bom tempat ini,
                                                    Bravo
                                                    Alpha
                                                    Omega
                                                    AI807
                                                    H.S “Burung itu tidak akan pernah keluar dari sarangnya.”??
                                                    Dimanakah lokasi bomnya?
Saya tahu sebelumnya, kalau case seperti ini sudah pernah diposting di grup lain. Tapi, mengingat saya tidak tahu apa jawabannya, dan akan sangat lama kalau mesti mikirin itu kasus, maka sekalian saya beruji coba, saya pakai teknik interogasi ini untuk mengetahui jawaban dari case ini. Berikut percakapannya: Pembuat kasus akan saya sebut (PK), sedangkan saya sendiri akan saya sebut (M). Berikut adalah percakapan saya di dalam grup tersebut:
M: “Ini mahudah kemarin-kemarin juga.” (saya mulai memancing dengan kalimat lampau). “Jawabannya di pesawat dan akan diledakkan sebelum lepas landas. Lebih Tepatnya saat masih di garasi”
PK:” Bisa ga lebih jelas jawabannya, pake analisis kek... -_-“ (mulai terpancing) 
M: “Yang lain aja deh, udah pernah jawab dulu soalnya.” (kalimat yang berkesan provokatif   kembali di keluarkan, kalimat lampau untuk memancing).
M: “Ya udah, saya pake analisis. Bom terletak di dalam pesawat, pesawat tersebut akan diledakkan sebelum lepas landas berdasarkan perkataan burung tidak akan meninggalkan sarang. Letak bom di kursi dengan koordinat A (alfa), B (bravo) dan O (omega), namun di pesawat sendiri. Namun, karena di pesawat sendiri koordinatnya sendiri sampai I, maka O bisa diabaikan. Pembuat soal sebenarnya menyiratkan kalau pesawat tersebut memiliki sekitar 807 kursi, namun di dalam pesawat nomor 7 dan 13 tidak pernah digunakan. Catatan juga, pembuat kasus membuat kesalahan dengan membuat koordinat tempat duduk I, dikarenakan huruf I tidak pernah digunakan di dalam pesawat (penerbangan).
KALAU DEDUKSI SAYA SALAH, SILAHKAN KOREKSI!
M: “Saya udahpake analisis kok yang bikin case ga keluar bwt ngoreksi!? Mana nih?”
PK: (mulai terpancing) “-_- begitulah orang yang sok-sok an, ngerasa dah 100% bener -_-,, di Indonesia Bandara itu banyak, ga Cuma 1 aja...Oke, saya jga ga mau debat sma org kya gini...” 
PK: “Burung itu tidak akan pernah keluar dari sarangnya” artinya sebuah pesawat tidak akan pernah lepas landas...-Bravo, Alfa, Omega... ya bener itu kata-kata yg sering dipakai sama Menara Bandara Penerbangan sama para Pilot Pesawat,,,- AI 807, semua pesawat memiliki nomor dan itu nomor penerbangan pesawat yang bakal di bom... –HS itu nama sebuah bandara Di Pulau Jawa,,kalau orang Bandung pasti tau..Husein Sastranegara. Makanya, pikir dulu sebelum menjawab. Kalo jawab pesawat terbang yang bakal dibom itu sih memang bener, pesawat yang mana? Pesawat yang ada di mana? Anda pinter sekali ya..klo ga tau pesawat yg ada dimana yang mau dibom...masa iya kita harus ngecek setiap pesawat dari Bandara Sabang sampai Merauke...

Lihat, hanya dalam beberapa kalimat lampau (bercetak tebal), si pembuat soal terpancing, dan tanpa memberi kesempatan kepada yang lain untuk menjawab case, sang pembuat kasus langsung membeberkan semua jawabannya (bercetak merah), padahal si pembuat kasus sendiri yang bilang kalau dia tidak mau berdebat (lihat cetak biru). 
Apa pelajaran yang bisa kita ambil, pertama, sudah watak manusia untuk berdebat dan menyangkal. Maka dari itu, hindarilah perdebatan.
Kedua, jangan mudah terpancing emosi, sekali emosi terpancing, maka kita tidak akan tahu lagi apa yang kita ucapkan dan kita lakukan.  
Yang ketiga, berfikir sebelum bertindak. Bersikaplah dengan penuh ketenangan dan kehati-hatian, jangan terburu-buru. Kita bisa belajar dari Zhuge Liang (kisah tiga negara) mengenai hal ini.

APABILA ANDA MEMILIKI PERTANYAAN, SILAHKAN KETIK PERTANYAAN ANDA DI KOLOM KOMENTAR. APABILA ARTIKEL INI BERMANFAAT, SILAHKAN ANDA BAGIKAN ARTIKEL INI KEPADA TEMAN-TEMAN ANDA. JIKA ANDA INGIN BERLANGGANAN, SILAHKAN MASUKKAN ALAMAT EMAIL ANDA PADA EMAIL SUBSCRIBER DI SUDUT KANAN ATAS :-)
 


   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar