Minggu, 01 Maret 2015

Kenapa Psikologi?



Bagi seorang detektif, mempelajari psikologi sangatlah penting. Saya setuju dengan pernyataan Hercule Poirot yang mengatakan bahwa orang yang melakukan investigasi tanpa melakukan studi psikologi adalah orang bodoh (tanpa bermaksud menyindir Sherlock Holmes tentunya), dan orang yang menyelidiki suatu kasus tanpa menggunakan sumber daya hanyalah orang idiot. Nah, para penggemar detektif, kali ini saya akan berusaha menjelaskan tentang apa psikologi itu.


Psikologi adalah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah (wikipedia). Tentunya kita sebagai penggemar detektif atau bahkan sebagai detektif asli, akan sangat menghargai bidang ilmu yang satu ini apabila kita mampu menguasainya. Belum lagi kalau kita menggabungkannya dengan kemampuan deduksi, maka psikologi akan menjadi hal yang sangat ampuh untuk digunakan dalam membaca seseorang.



Pada seri detektif The Mentalist, pemeran utamanya Patrick Jane seringkali menggunakan psikoanalisis untuk mengetahui siapa pelaku suatu pembunuhan. Sebagai contoh, dalam episode kedua season pertama, Patrick Jane mengetahui tersangka berdasarkan
Simon Baker (Pemeran Patrick Jane)
banyaknya jumlah mentega yang dia masukkan ke dalam masakannya (tersangka berprofesi sebagai koki), dan berdasarkan analisisnya terhadap mentega tersebut, Patrick menyimpulkan kalau tersangka adalah orang yang obsesif, ambisius dan memiliki kelainan kejiwaan berupa selera yang aneh. Dari hal tersebut, dia kemudian menyimpulkan kalau si koki tersebut adalah pelakunya.

Contoh lainnya adalah ketika terjadi pembunuhan terhadap seorang politikus. Dia langsung tahu siapa pembunuhnya dari tidak cocoknya kacamata tersangka yang berbentuk bulat, dengan tubuhnya yang berotot. Dari deskripsi tersebut, Patrick menyimpulkan bahwa orang tersebut memiliki kepribadian yang konflik (kadang sangat baik, kadang sangat brutal), penuh kerahasiaan, namun memiliki prinsip yang tegas dan kadang penuh dengan rasa keadilan. 

Selain itu, dalam beberapa kasus, seringkali Patrick menggunakan keadaan psikologis pelaku untuk menjebaknya ke dalam perangkap yang telah dia susun. Hal ini sangat masuk akal, mengingat kondisi psikologis seseorang ditentukan oleh alam bawah sadarnya dan masa kecil orang tersebut. Sehingga apabila seseorang terpojok, maka alam bawah sadarnya akan mengambil alih kesadarannya dn membuat orang tersebut mengeluarkan reaksi yang sebenarnya tidak ingin orang tersebut keluarkan. Dan akhirnya justru membuatnya masuk ke dalam lubang. 

Para penggemar detektif, dari penjelasan di atas, tentu kita mengerti kenapa kalau deduksi dan cold reading jika digabungkan dengan psikologi akan menjadi senjata yang sangat ampuh. Jika dari deduksi kita hanya tahu mengenai mengenai karakteristik seseorang, dari cold reading kita bisa tahu apa yang orang tersebut punya dan apa yang orang tersebut
Ilustrasi Gadis Gipsy (Mereka Biasa Berprofesi Sebagai Peramal)
pikiran juga masa lalunya, dari studi psikologi, kita bisa tahu apakah sisi gelap orang tersebut, dan kepribadian terselubung apa yang korban sembunyikan dalam dirinya. Dan ketika ketiga hal ini digabungkan, maka kita akan bisa mencegah dan mengungkap suatu kejahatan dengan cara yang sempurna (grandioso). 

Di artikel-artikel sebelumnya, saya telah memaparkan mengenai body language (silahkan baca: Rahasia Bahasa Tubuh, Apa Yang Harus Kita Lihat Saat Membaca Orang Lain) dan social engineering (silahkan baca: Apa itu Rekayasa Sosial?). Kedua cabang ilmu tersebut merupakan ilmu terapan psikologi yang sangat bermanfaat bagi seorang detektif. Social Engineering berguna untuk mengorek informasi-informasi rahasia dari seseorang tanpa dia menyadarinya, sedangkan bahasa tubuh bermanfaat untuk bisa membaca pikiran dan keadaan hati korban, berdasarkan gerak-gerik tubuh dan komunikasi non-verbal yang dia keluarkan baik itu keluar secara sadar, ataupun tanpa sadar. Namun baik itu psikologi, deduksi ataupun cold reading, ketiganya membutuhkan kemampuan observasi yang luar biasa sehingga tetap saja, kita harus menguasai kemampuan observasi kita secara maksimal. 

APABILA ANDA MEMILIKI PERTANYAAN, SILAHKAN KETIK PERTANYAAN ANDA DI KOLOM KOMENTAR. APABILA ARTIKEL INI BERMANFAAT, SILAHKAN ANDA BAGIKAN ARTIKEL INI KEPADA TEMAN-TEMAN ANDA :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar