Sabtu, 28 Februari 2015

Rahasia Bahasa Tubuh, 4 Hal Yang Mesti Diamati Ketika Membaca Orang Lain




Untuk teman-teman para penggemar detektif, kali ini saya akan berusaha membagi pengetahuan saya mengenai  body language atau yang kita kenal dengan sebutan bahasa tubuh. Tentunya kita tahu  bahwa tidak semua perkataan orang kepada kita sesuai dengan hati dan perasaan orang tersebut sesungguhnya. Dengan mempelajari bahasa tubuh, kita bisa mengetahui isi hati seseorang, pikirannya, apa dia berbohong atau tidak, dan berbagai hal penting lainnya yang harus diketahui detektif. Menurut penelitian, apa yang orang lakukan, memberitahu kita lebih banyak daripada apa yang orang tersebut katakan. 



Tahu yang namanya peramal, atau kita sering membaca zodiak perbintangan? Nah, untuk yang sering ke yang gitu-gituan, saya sarankan mulai sekarang untuk mulai menghindari hal tersebut. Selain hal tersebut mutlak dilarang oleh agama (islam), hal ini juga sebenarnya ga etis kalau di bilang meramal. Pada dasarnya apa yang peramal lakukan adalah berbincang dengan orang yang ingin dia ramal. Lalu dengan melihat reaksi dan berbagai faktor lainnya, berdasarkan  hal-hal seperti body language dan karakteristik khusus orang yang diramal, maka sang peramal akan bisa menyimpulkan sesuatu dari orang tersebut. Teknik ini, dinamakan cold reading dan orang-orang seperti pesulap mentalis dan seperti peramal tersebut, biasanya menggunakan teknik tersebut. Nah, secara teknis, kerja ramalan zodiak juga tidak jauh berbeda. Misalnya, dalam ramalan zodiak sering disebutkan: “anda sedang mengalami masalah keuangan”. Sekarang saya tanya, siapa sih manusia di dunia ini yang tidak memiliki masalah dengan keuangan? Bahkan orang kaya seperti Donald Trump dan Bill Gates aja pasti tetep mikirin yang namanya duit untuk kehidupannya. Teknik ini merupakan salah satu percabangan dari cold reading, dimana kita mengemukakan fakta-fakta umum yang pastinya dimiliki manusia kepada lawan bicara kita. Untuk lebih jelas mengetahu tentang  cold reading, maka saya sarankan untuk melihat berbagai video-video Derren Brown di televisi dan internet. Namun, mengingat saya hanya akan berusaha menjelaskan mengenai bahasa tubuh (body language), maka saya tidak akan membahas lebih jauh mengenai para peramal tersebut. 
Body Language alias bahasa tubuh adalah sejenis komunikasi non-verbal yang keluar secara sadar ataupun tanpa sadar, dimana hal tersebut mengekspresikan niat kita, perasaan kita, pikiran kita, dan hal ini, dicerminkan melalui ekspresi muka, postur tubuh, gesture (sikap), gerakan mata, sentuhan dan lain sebagainya (wikipedia). Baik itu manusia ataupun hewan, memiliki yang namanya bahasa tubuh. Namun, saya harap pembaca blog ini, bisa membedakan antara bahasa tubuh, dengan bahasa isyarat yang biasa dipakai oleh orang-orang tuna rungu dan orang-orang tuna wicara. Karena pada dasarnya, bahasa isyarat itu bersifat tetap, sedangkan bahasa tubuh bersifat lebih luas. 
Apa yang dimaksud dengan bahasa tubuh bersifat luas, secara umum,bahasa tubuh ditentukan oleh wilayah masing-masing di tiap tempat dimana kita berada. Sebagai contoh, di Indonesia dan di Amerika, apabila kita mengacungkan jempol kepada lawan bicara, maka itu adalah tanda kalau hal tersebut benar-benar bagus. Namun, apabila kita mengacungkan tanda ini di Italia, maka lawan bicara kita akan menganggap kalau kita sedang membuat tanda angka 1. Jika kita mengacungkan jempol di Jepang, maka ini akan dianggap angka 5 oleh orang Jepang, dan jika kita mengacungkan jempol kepada seorang laki-laki di Yunani, maka jangan salahkan kalau tiba-tiba dia meninju hidung kita, karena di Yunani, ketika ketika mengacungkan jempol kepada laki-laki, maka itu berarti kita sedang bertanya pada laki-laki tersebut, “Apa punya anda ‘bangun’?” (yang laki-laki pastinya tahu kalau ini merupakan penghinaan). Jadi kita bisa menyimpulkan kalau bahasa tubuh sangat tergantung pada tempat dimana kita berada, dan budaya di tempat dimana kita berada. Berbeda dengan bahasa isyarat yang biasanya memiliki kurikulum baku akan hal tersebut.
Secara umum, bahasa tubuh dibagi atas hal-hal berikut:

EKSPRESI WAJAH

Tentunya kita tahu, kalau wajah adalah cerminan perasaan manusia. Melalui wajah, kita bisa tahu apakah orang tersebut sedang marah, senang, sedih, bahagia dan berbagai perasaan lainnya. Misal, apabila kita melihat orang terkejut, maka kita akan melihat kalau ekspresi wajah akan lebih naik ke atas, dengan mulut yang agak sedikit terbuka (lebih tepatnya ternganga). Semakin kita mempelajari dan mengamati ekspresi wajah, maka akan semakin banyak pula berbagai ekspresi yang akan kita kenali. 

POSTUR TUBUH

Selain melalui wajah, emosi juga bisa ditentukan oleh postur tubuh. Sebagai contoh, orang yang marah, akan cenderung melebarkan dan membuka tubuhnya, dan membusungkan dadanya. Orang yang membungkukkan badannya ke arah orang yang berbicara di depannya, menunjukkan kalau orang tersebut sangat tertarik pada apa yang dibicarakan orang yang berada di depannya, dan bersifat terbuka terhadap apa yang dia bicarakan. Orang yang tersudut biasanya membentuk “perisai” sehingga secara tidak sadar (unconcious), dia akan melakukan postur menarik diri ke belakang sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya.

GESTUR
Gestur adalah sikap gerakan yang dibuat oleh baik itu tangan, kepala, kaki dan anggota tubuh lainnya baik itu dilakukan dengan sadar ataupun tanpa sadar. Sebagai contoh untuk yang paling dasar, apabila kita setuju terhadap pernyataan seseorang, maka kita akan menganggukkan kepala kita. Sedangkan apabila kurang setuju, maka kita akan menggelengkan kepala. Contoh lain misalnya, apabila seseorang sedang marah ataupun kesal, maka tangannya akan terkepal, dan apabila kita merasa marah dan merasa lebih superior terhadap orang di hadapan kita, mungkin kita akan menunjuk-nunjuk orang dihadapan kita.

SALAMAN

Apabila kita melihat 2 orang politikus sedang meresmikan sesuatu, atau sedang melakukan sebuah kerjasama, maka kita pasti akan melihat kalau kedua orang tersebut saling bersalaman baik itu di awal, ataupun di akhir. Apabila kita lebih teliti, maka kita akan melihat kalau orang-orang yang sedang bersalaman tersebut, sebenarnya sedang saling menerapkan pengaruh mereka masing-masing melalui bahasa tubuh mereka. Hal ini sebenarnya tidak heran, mengingat asal mula bersalaman berasal dari olahraga yang biasa kita kenal dengan sebutan arm wrestling (panco), dimana tangan yang dibawah menunjukkan tangan seorang pecundang sedangkan tangan yang di atas menunjukkan tangan seorang pemenang.

Sebenarnya, masih banyak kajian lain mengenai bahasa tubuh. Namun, mengingat saya hanya menulis artikel di sebuah blog, bukan menulis sebuah buku, maka saya cukupkan sekian. Untuk tips bagaimana membaca bahasa tubuh, insya Allah akan saya tulis di artikel selanjutnya.


APABILA ANDA MEMILIKI PERTANYAAN, SILAHKAN KETIK PERTANYAAN ANDA DI KOLOM KOMENTAR. APABILA ARTIKEL INI BERMANFAAT, SILAHKAN ANDA BAGIKAN ARTIKEL INI KEPADA TEMAN-TEMAN ANDA :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar