Sabtu, 28 Februari 2015

Apa Itu Rekayasa Sosial?




Social Engineering atau kita biasa disebut dengan rekayasa sosial adalah ilmu yang mempelajari cara memanipulasi manusia. Dengan mempelajari ilmu ini, kita bisa membuat manusia yang berada di hadapan kita dengan mudahnya melakukan apa yang kita inginkan, atau membocorkan sesuatu yang tidak seharusnya dia bicarakan. Karena itulah ilmu ini, kadang biasa disebut juga seni memanipulasi manusia, seni meng-hackmanusia dan seni persuasi. 
Namun, tentunya dibalik sisi positif suatu ilmu terdapat pula sisi negatif dari ilmu tersebut. Jika kita para detektif menggunakan ilmu tersebut untuk menegakkan keadilan dan memberantas kejahatan, maka orang-orang dengan pikiran jahat, menggunakan ilmu ini untuk mencari keuntungan dengan cara kotor, menipu, dan membobol atm orang lain (saya mengalami sendiri hal ini). Dan sudah barang tentu, kita harus berhati-hati akan hal ini dan berusaha untuk sebisa mungkin menangkal kejahatan ini. 

Setelah saya tertipu baru-baru ini, saya sadar akan pentingnya mempelajari rekayasa sosial ini. Padahal, di gudang perbendaharaan buku saya, (lebih tepatnya e-book) buku mengenai rekayasa sosial ini, jumlahnya lebih dari 30 buah dan saya baru sadar pentingnya buku ini justru setelah saya ditipu mentah-mentah oleh orang tidak bertanggung jawab. Akibat peristiwa ini, keluarga saya rugi puluhan juta rupiah. Mental saya langsung down berat. Padahal, untuk orang yang mempelajari dan menekuni keilmuan detektif, saya seharusnya mampu mengatasi hal ini. Dan mulai saat itu, saya sadar kalau kemalasan hanya akan membunuh kita perlahan-lahan.
Sekuriti (keamanan) merupakan puzzle dengan 2 sisi. Di satu sisi, kita akan merasa aman dengan berbagai sistem canggih yang menaungi sistem tersebut. Di sisi lain, berbagai orang dengan pikiran picik berusaha keras berupaya untuk membobol sistem tersebut.  Pencuri, penipu, hacker, berusaha keras untuk mencari celah dari sistem, dan pada akhirnya, kita sadar kalau kemanan tersebut tidak sepenuhnya bisa kita andalkan. Kevin Mitnick, dalam bukunya The Art of Human Hacking mengemukakan bagaimana dia, bisa dengan mudahnya membuat orang di hadapannya untuk menyebutkan PIN ATM yang dia miliki tanpa kecurigaan sedikitpun. 


Tidak peduli betapa amannya suatu sistem keamanan, selalu ada saja cara untuk menembus sistem tersebut. Seringkali, elemen manusia dari suatu sistem, merupakan elemen yang paling mudah untuk dimanipulasi. Membuat mereka dalam keadaan panik, memanfaatkan pengaruh kita terhadap mereka, juga menciptakan kondisi dimana mereka percaya kepada kita dan ketika mereka percaya kepada kita, dengan mudahnya kita bisa memanipulasi mereka. 
Rekayasa sosial, didesain untuk menjebol suatu sistem yang dianggap sebagai suatu sistem yang aman, yang sesungguhnya tanpa sadar, para orang-orang dari sisi gelap setiap hari sedang berusaha untuk menggunakan berbagai cara yang berbeda-beda untuk memasuki sistem keamanan tersebut. 
Mengingat saya bukan ahli dari social engineering, dan mengingat kalau social engineering memiliki penerapan yang cukup dinamis dan luas, maka saya sarankan untuk membaca berbagai buku. Untuk yang paling dasar, silahkan untuk membaca buku The Art of Human Hacking karya Kevin Mitnick. E-book nya bisa anda temukan dengan men-search nya di google. Atau, apabila anda ke gramedia, anda bisa mencari buku seperti How to Win Friend and Influence People, yang merupakan social engineering yang digunakan dengan cara yang positif, atau buku seperti Seni Perang-nya Sun Tzu, hanya saja, untuk yang Seni Perang Sun Tzu, membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam untuk menguasainya. Sebenarnya, banyak buku-buku lain seperti 48 Art of Power, The Art of Seduction, dan buku-buku lainnya. Tapi saya pikir, 3 buku di atas cukup untuk setidaknya menyadari dan mengetahui apa itu social engineering alias rekayasa sosial.


APABILA ANDA MEMILIKI PERTANYAAN, SILAHKAN KETIK PERTANYAAN ANDA DI KOLOM KOMENTAR. APABILA ARTIKEL INI BERMANFAAT, SILAHKAN ANDA BAGIKAN ARTIKEL INI KEPADA TEMAN-TEMAN ANDA :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar