Selasa, 24 Februari 2015

6 Syarat Absolut Melakukan Deduksi ala Detektif

Rathbone Memerankan Sherlock Holmes


Nah, teman-teman para penggemar detektif, kali ini saya akan berusaha menjelaskan mengenai salah satu kemampuan dasar detektif yang seringkali diinginkan dimiliki oleh kebanyakan orang. Kemampuan tersebut dinamakan analisis deduktif, atau yang biasa kita sebut dengan sebutan kemampuan deduksi saja. Walaupun kemampuan deduksi ini merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh detektif, tapi pada dasarnya kemampuan ini merupakan kemampuan tingkat lanjut dari teknik observasi. Jadi, untuk memiliki kemampuan deduksi yang baik, setidaknya kita harus memiliki kemampuan observasi yang mumpuni terlebih dahulu. 

Sama seperti kemampuan observasi, analisis deduktif bersifat praktikal. Tidak mungkin hanya dibahas melalui teori-teori. Namun, mengingat deduksi merupakan kemampuan observasi tingkat lanjut, maka cara melatihnya sendiri berbeda dengan kemampuan observasi. Berikut adalah tips dan langkah-langkah yang harus kita ambil untuk melatih kemampuan deduksi. 

1      Kemampuan Observasi yang Mumpuni
Seperti yang telah saya bahas di atas, kemampuan ini (lih. KEMAMPUAN OBSERVASI) merupakan dasar dari kemampuan deduksi dan kemampuan lain yang harus dimiliki detektif. Untuk cara melatihnya sendiri, silahkan lihat pada artikel sebelumnya yang berjudul Melatih Kemampuan Observasi

2     Memperoleh Informasi Sebanyak-banyaknya
    
Kemampuan deduksi adalah kemampuan tingkat dasar dari proses perangkaian informasi dalam otak manusia. Tanpa informasi dan sumber pengetahuan, kita hanya akan bisa mengamati suatu objek tanpa tahu kenapa objek tersebut bisa bertingkah laku seperti itu. Sebagai contoh, ketika kita melihat seorang pria yang memiliki kuku jempol tangan kanan yang kekuning-kuningan, maka apa yang bisa kita simpulkan? Kalau saja kita tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni akan hal ini, tentu kita tidak akan tahu kalau sebenarnya pria yang kita lihat tersebut adalah seorang perokok berat. Banyaklah baca-baca buku dan menggali berbagai pengetahuan untuk menambah wawasan.
 
3      Balance Probability
Kemampuan deduksi itu seperti sebuah grafik. Semakin banyak faktor-faktor pendukungnya, maka semakin tinggi pula kemungkinannya. Karena itulah dalam ilmu deduksi, faktor sekecil apapun bisa menjadi penentu sebuah kebenaran. Ingat, dalam deduksi bukan fakta yang harus menyesuaikan diri dengan kesimpulan, namun kesimpulan yang harus menyesuaikan diri dengan fakta. Dan ingat baik-baik, deduksi masih bisa salah apabila faktor penentunya masih belum cukup.

4      Jangan Abaikan Detail dan Hal Kecil
Seringkali orang yang menekuni analisis deduktif melupakan hal-hal kecil dan detail dalam suatu penyelidikan. Padahal, sekecil apapun suatu petunjuk, bisa menunjukkan ke arah mana penyelidikan tersebut berlanjut. Jangan abaikan hal-hal kecil, dan jadilah lebih teliti. 

5       Percayalah Pada Insting yang Kita Miliki
 
Seringkali kita mengabaikan insting yang kita miliki, padahal insting adalah anugerah tuhan yang diberikan kepada kita untuk menjaga diri kita dari berbagai macam bahaya. Dari sudut pandang ilmu pengetahuan, insting adalah kemampuan/perilaku kompleks yang dimiliki oleh makhluk hidup tanpa harus dipelajari terlebih dahulu. Dalam kemampuan deduksi, insting yang dimaksud adalah intuisi. Intuisi sendiri adalah sekilat dari bayangan alam bawah sadar kita yang sebenarnya diperoleh dari analisis otak terhadap informasi yang masuk secara instan. Biasanya kita tidak bisa menjelaskan hal tersebut, dan biasanya, wanita lebih kuat intuisinya daripada laki-laki.

6      Telitilah dari Berbagai Sudut Pandang 
     
Ketika analisis deduktif yang kita ajukan tidak sesuai dengan fakta yang ada, maka sangatlah penting untuk memakai sudut pandang lain untuk memperoleh pandangan yang berbeda. Prinsipnya sama seperti pada puzzle jigsaw. Jika saat memasangkan salah satu potongan puzzle tersebut sudutnya tidak pas, maka kita tidak boleh memaksakannya dan sebaiknya, kita memutar potongan puzzle tersebut atau menggantinya dengan potongan puzzle yang lain.
 
7      Gunakan Imajinasimu

Benar! Gunakan imajinasi. Ingat salah satu ungkapan yang pernah diungkapkan Sherlock Holmes, “When you eliminated the impossible, whatever remain however improbable must be the truth” Yang berarti, ketika kita sudah mengeliminasi berbagai kemungkinan yang mustahil, apapun yang tersisa bahkan jika kita tidak bisa membuktikan hal tersebut, pasti merupakan sebuah kebenaran. Ungkapan ini sebenarnya, diungkapkan supaya saat menyusun teori, kita tidak boleh mengabaikan yang namanya imajinasi, dan ingat, kalau bukan tanpa imajinasi, mobil, pesawat, televisi, telepon, dan barang-barang lainnya tentu tidak ada sampai sekarang.  
  
APABILA ANDA MEMILIKI PERTANYAAN, SILAHKAN KETIK PERTANYAAN ANDA DI KOLOM KOMENTAR. APABILA ARTIKEL INI BERMANFAAT, SILAHKAN ANDA BAGIKAN ARTIKEL INI KEPADA TEMAN-TEMAN ANDA :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar