Selasa, 17 Februari 2015

5 Kemampuan Dasar Yang Krusial Dimiliki Seorang Detektif


Tentunya teman-teman pembaca blog ini pasti tahu mengenai istilah yang dicetak miring pada judul di atas. Jika mendengar istilah tersebut, mungkin kita teringat akan bagaimana cerdiknya Edogawa Conan menyimpulkan siapa tersangka dari sebuah kasus kejahatan hanya dari fakta-fakta kecil atau mungkin kita teringat akan Sherlock Holmes yang terbiasa membungkuk-bungkukan badannya sembari memegang kaca pembesar.
Kenapa saya menjadikan kemampuan ini sebagai acuan? Karena sesuai dengan judul blog di atas, kemampuan ini tentunya akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Saya selaku penulis blog ini yakin sekali, tidak ada seorangpun yang tidak menginginkan kemampuan ini mengingat begitu bermanfaatnya hal ini. Ketika kita memiliki kemampuan ini, teman-teman kita mungkin akan kagum beserta heran ketika kita mengungkapkan hasil analisis kita dan mengatakan kalau dia habis pulang dari laundry padahal tidak sedikitpun kita mengikutinya. Atau ketika kita mengatakan bahwa teman kerja kita tidak tidur dengan nyenyak semalam padahal kita tidak ikut menginap di rumahnya.
 Begitu hebatnya kemampuan ini, sehingga orang-orang awam mungkin akan menganggap kita sebagai peramal dan mungkin di saat-saat genting kemampuan ini mampu menyelamatkan nyawa kita dan orang-orang yang kita sayangi, sehingga kita akan terus melatihnya setiap hari. Terus, bidang ilmu apa saja yang harus kita miliki supaya memiliki kemampuan detektif ini? Berikut adalah ilmu-ilmu yang harus kita kuasai.

1.   Kemampuan Observasi

Apa yang dimaksud kemampuan observasi? Kemampuan observasi adalah kemampuan kita dalam mengamati berbagai perkara yang ada di sekeliling kita baik itu besar ataupun kecil. Kemampuan observasi ini begitu penting karena kemampuan ini merupakan dasar dari semua ilmu detektif. Kemampuan ini, melatih konsentrasi, ketelitian dan cara pandang dari berbagai sudut yang berbeda. 
Bagaimana cara melatihnya? Caranya cukup mudah, namun kemampuan seperti ini tentu perlu dedikasi untuk melatihnya. Pada artikel yang berjudul 4 Cara Melatih Kemampuan Observasi Menurut Berbagai Pakar dan Sumber, saya mengemukakan satu persatu caranya

2.     Membaca  Bahasa Tubuh

Ilmu yang satu ini tentu sangat penting mengingat lebih dari 70% komunikasi yang dilakukan oleh manusia berasal dari hal-hal yang bersifat non-verbal. Didukung dengan kemampuan observasi, hal kecil  seperti kerutan di dahi, ataupun tertariknya sudut mulut ke atas bisa menentukan apakah seseorang berbohong ataupun tidak. Beberapa buku yang saya sarankan untuk dibaca di bidang ini antara lain: The Definitive Book of Body Language karya Allan & Barbara Pease, Emotion Revealed dan Lie to me karya Paul Ekman atau What Everybody is Saying karya ex-agen FBI Joe Navarro

3.      Deductive Reasoning (Analisis Deduktif)
The Study in Scarlet, Novel Pertama Yang Memperkenalkan Sherlock Holmes

Tentunya orang-orang yang tertarik akan seni detektif tahu mengenai ilmu yang satu ini. Deduksi (baca: 6 Syarat Absolut Melakukan Deduksi) adalah menyimpulkan perkara khusus dari suatu objek dengan memperhatikan perkara-perkara umum yang terjadi pada objek tersebut. Misal, apabila kita masuk ke sebuah sekolah internasional di jam istirahat, kita bisa menyimpulkan kalau guru tersebut adalah guru musik dari bekas merah yang ada di lehernya ataupun seorang praktisi beladiri dari kapalan yang ada di buku tinjunya, dan lain sebagainya. 

Untuk melatih ilmu ini, diperlukan kemampuan observasi yang baik dan terbiasanya kita dalam menerapkan metode ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Saya sarankan untuk mendapat bayangan bagaiman analisis deduktif dilakukan melihat drama seri detektif seperti: Sherlock, The Mentalist, Psych, atau Monkdan saya sarankan untuk membaca seluruh buku novel Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle.

4.      Social Engineering




Di dalam suatu rantai sistem, terdapat satu buah rantai berkarat yang mampu memecahkan semua rantai-rantai tersebut apabila dimanfaatkan dengan baik. Buah rantai yang  paling lemah dalam suatu sistem adalah manusia. 
Manusia merupakan elemen paling lemah dalam sebuah sistem. Hal ini dikarenakan manusia merupakan makhluk arogan, tamak, emosional dan berperasaan. Social engineering sendiri  ada yang dilakukan dengan cara positif dan dengan cara negatif karena pada dasarnya social engineering adalah kemampuan untuk memanipulasi orang lain. Orang-orang jahat biasanya menggunakan kemampuan ini untuk keuntungan mereka sendiri apabila mereka menguasainya. Sedangkan orang baik justru menggunakan kemampuan ini untuk menjebak pelaku kejahatan, merekatkan sebuah hubungan yang renggang, ataupun hal lainnya seperti yang dilakukan Patrick Jane dalam drama detektif The mentalist

Buku-buku yang saya sarankan untuk dibaca sehingga kita mampu menguasai ilmu ini adalah: SOCIAL ENGINEERING The Art of Human Hacking karya Christhoper Hadnagy, Cara Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Orang Lain karya Dale Carnagie yang tentu sudah tidak asing lagi, THE ART OF DECEPTION karya Kevin T. Mitnick, THE ART OF SEDUCTION dan THE 48 LAW OF POWER karya Robert Greene dan yang terakhir SENI PERANGnya Sun Tzu.

5.      Kemampuan Mengingat
 



Mungkin ketika kita melihat di film-film detektif seperti Detektif School Q begitu kerennya ketika kita melihat pemeran utamanya mampu mengingat hal-hal yang begitu detail dan terperinci bahkan sampai letak tahi lalat. Kemampuan ini biasa disebut Fotografik Memory. Namun kemampuan ingatan fotografik sendiri tidak pernah terbukti ada. Karena itulah saya justru menyarankan teman-teman semua untuk memiliki sistem mengingat dengan merangkaikan informasi yang di dalam drama-drama detektif seperti The Mentalist dan Sherlock yang biasa disebut Mind Palace (baca: 11 Langkah Menggunakan Metode Mengingat "Mind Palace"). 

Apa yang hebat dari Mind Palace? Uniknya sistem mengingat ini, adalah karena sistem ini bisa membuat kita  mengingat apa yang kita inginkan untuk mengingatnya dan mampu menghapus apa yang kita ingin lupakan. Selain itu, metode mengingat ini mampu membangkitkan intuisi dan ini sudah terbukti melalui pengalaman saya sendiri. Saya sarankan kepada teman-teman yang ingin memiliki Mind Palace untuk membaca dan mempelajari buku How to Develop Perfect Memory karya Dominic O'Brien. Buku ini cukup ampuh untuk melatih kemampuan mengingat kita dengan metode yang paling efektif.


APABILA ANDA MEMILIKI PERTANYAAN, SILAHKAN KETIK PERTANYAAN ANDA DI KOLOM KOMENTAR. APABILA ARTIKEL INI BERMANFAAT, SILAHKAN ANDA BAGIKAN ARTIKEL INI KEPADA TEMAN-TEMAN ANDA :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar