Sabtu, 21 Februari 2015

4 Hal Yang "Kudu" Diperhatikan Saat Melatih Kemampuan Observasi




Di antara kemampuan yang paling wajib harus dimiliki oleh seorang yang ingin menguasai ilmu detektif adalah kemampuan observasi. Apa itu kemampuan observasi? Secara singkat kita bisa menyimpulkan kalau kemampuan observasi adalah kemampuan untuk mengamati suatu objek. Panjangnya, kemampuan observasi adalah kemampuan mengambil informasi dari suatu objek yang sedang diamati dengan memaksimalkan kelima fungsi indera kita, sehingga kita bisa menyimpulkan perilaku objek tersebut. Kemampuan observasi ini sangat berguna dan bermanfaat. Apabila kemampuan ini bisa kita tingkatkan hingga ke tahap maksimum, maka kita bisa mengambil informasi bermanfaat dari seseorang atau dari suatu objek. 

Selain detektif,   profesi yang menggunakan kemampuan ini secara ekstensif adalah salesperson dan pesulap mentalis. Pesulap mentalis, biasa menggunakan kemampuan observasi ini untuk mengetahui apa profesi seseorang, kebiasaannya, perasaannya, apa yang dia pikirkan, bahkan masa lalunya. Karena itulah, seorang pesulap mentalis kadang disebut peramal (padahal bukan begitu). Pesulap mentalis biasa menggunakan kemampuan observasinya hingga ke tahap maksimum menggunakan kemampuan yang disebut cold reading (akan kita bahas nanti). Sedangkan salesperson, menggunakan kemampuan ini untuk membaca ekspresi pelanggan dan untuk menentukan apa yang harus dia lakukan supaya orang dihadapannya membeli sesuatau darinya.
Untuk melatih kemampuan ini, sebenarnya sangat mudah. Berikut cara untuk melatih kemampuan ini:

1      Amati Sekeliling Kita, Jadilah Peka
Ketika berada di manapun, kita harus berusaha menjadi peka. Lihatlah sekeliling kita, melambatlah (maksudnya jangan tergesa-gesa) atau yang paling umum adalah mulai dengan diri sendiri. Amatilah mulai dari hal yang paling kecil terlebih dahulu. Misal, apabila kita di angkot, amati orang yang disamping kita (paling mudah mengamati supirnya, karena dia tidak akan curiga). Amatilah bentuk jarinya, pergelangan tangannya, lutut celananya, bentuk sepatunya, dan faktor lainnya. Lalu kemudian, mulai dengan angkotnya itu sendiri, misalnya: letak air mineral, tempat duduk, pintu, letak jendela dan lain sebagainya. Di situs lifehacker,  disebutkan cara meningkatkan kemampuan observasi adalah dengan mengamati suatu tempat, lalu kemudian setelah keluar dari tempat tersebut mencoba mengingat kembali apa yang telah kita amati. Di artikel lain dari situs yang sama, terdapat metode lain untuk meningkatkan kemampuan observasi, yaitu dengan mengambil satu buah foto setiap 1 hari dan mengamati foto tersebut. Anda bisa memilih cara apapun yang anda mau. 

       Mulailah Bertanya

Di awal kita mulai melatih kemampuan observasi, kita hanya boleh mengamati saja. Nah di tahap selanjutnya, kita tingkatkan kemampuan observasi kita dengan pertanyaan “KENAPA”. Kenapa pertanyaan ”KENAPA” ini sangatlah penting? Karena dengan pertanyaan ini, kita akan secara bertahap mulai mencari informasi khusus tentang objek tersebut. Misal, “kenapa orang dihadapan kita mengaruk-garuk kepalanya?” Maka kita mungkin akan memikirkan 2 kemungkinan, ketombe atau sedang bingung. Nah, dengan mulai melakukan pertanyaan seperti ini, kita akan mulai mencari tahu, mungkin di buku atau di internet, kenapa orang tersebut seperti itu.

Berusahalah Menyimpulkan


Di tahap sekarang ini, ketika kedua tahap di atas telah dikuasai, maka selanjutnya kita harus berusaha menyimpulkan. Ketika kita memasuki tahap ini, maka kemampuan deduksi sudah mulai dilatih. Misal begini, apabila kita berada di angkot, kita kemudian melihat 3 orang masuk secara berbarengan, orang tersebut semua memakai topi, mengenakan pakaian lusuh. Dua orang dari mereka memiliki kuku jari tangan kanan berwarna kuning yang terlihat jelas, namun ujung kukunya sendiri berwarna hitam. Celananya terlihat lusuh dan sedikit kotor. Tangan mereka semua berotot dan telapak tangannya memiliki kapalan dan kasar. Nah, kira-kira apa yang bisa kita simpulkan dari orang-orang tersebut? Atau misalnya, di mall kita melihat seorang pria, pria tersebut memakai kemeja, di sakunya kemejanya terlihat ada sebuah bolpoin yang memiliki mekanisme apabila tombolnya dipencet, maka ujungnya akan keluar . Dia menggunakan jam digital di tangannya, tubuhnya sendiri berotot walaupun agak gempal. Nah, kira-kira apa profesi orang tersebut? 

       Latihlah Secara Rutin dan Disiplin

Seperti bidang ilmu lainnya, apapun itu kita harus melatihnya secara disiplin dan rutin. Lihatlah Thomas Alfa Edison, bagaimana dia bisa menemukan lebih dari 500 barang yang tidak ada saat itu, lihatlah juga Albert Enstein dan Stephen Hawking, bagaimana mereka bisa menjadi seperti sekarang, atau untuk yang penggemar beladiri, lihatlah Li Shuwen, bagaimana mungkin orang yang tingginya tidak lebih dari 155 cm bisa membunuh orang hanya dengan telapak tangannya? Jawabannya hanya satu, latihan secara disiplin dan rutin, dan yang lebih penting, anda harus menyenangi apa yang anda latih dan menghayati apa yang anda latih. Maka dengan begitu, anda tidak akan merasa bosan dengan apa yang anda latih.

Nah bisa dibayangkan kan, apa saja yang harus kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan observasi kita? Selamat Mencoba!

APABILA ANDA MEMILIKI PERTANYAAN, SILAHKAN KETIK PERTANYAAN ANDA DI KOLOM KOMENTAR. APABILA ARTIKEL INI BERMANFAAT, SILAHKAN ANDA BAGIKAN ARTIKEL INI KEPADA TEMAN-TEMAN ANDA :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar