Rabu, 25 Februari 2015

11 Langkah Metode Mengingat "Mind Palace"

Cicero, Orator Romawi Yang Menyebutkan Tentang "Mind Palace" Pada bukunya "Ad Herrenium"
Nah, para penggemar detektif, untuk edisi kali ini, saya akan berusaha menjelaskan sedikit mengenai sebuah metode mengingat praktis yang dalam film-film detektif dinamakan mind palace (berarti istana pikiran) atau memory palace (yang berarti istana ingatan). Metode mengingat ini merupakan salah satu dari berbagai metode mengingat yang berasal dari sistem loci dari era Romawi. Pada bukunya Ad Herrenium, seorang orator bernama Cicero menceritakan mengenai seorang tokoh Yunani yang bernama Simonedas dari Ceo yang tidak sengaja menemukan metode ini melalui penentuan posisi dan lokasi korban gempa.



Mengingat detektif merupakan  salah satu profesi yang membutuhkan ilmu dan pengetahuan yang luas, maka suatu saat kita akan memerlukan ilmu tersebut yang telah terabaikan di salah satu sudut kepala kita untuk kembali dikeluarkan.  Nah, dengan metode mengingat ini, kita akan mampu mengeluarkan hal tersebut.  Sebenarnya, metode mengingat mind palace ini memiliki banyak metode dan keunikan, dan diantara semua metode mengingat mind palace ini, yang paling membantu saya dalam mengingat adalah metode mengingat yang dikemukakan oleh Harry Lorrayne, salah seorang pesulap mentalis. Metode mengingat yang dikemukakan oleh Harry Lorayne ini, walaupun memiliki banyak metode, namun semuanya disusun satu sama lain untuk saling melengkapi. Tapi untuk artikel yang sekarang, saya tidak akan menggunakan metode mengingat Harry Lorrayne yang terbilang sangat rumit (sebenarnya bukan rumit, tapi lebih tepat disebut harus bertahap mempelajarinya). Jadi, saya akan mengemukakan metode mengingat mind palace yang telah secara umum dikenal luas. Berikut adalah cara mempelajari metode mengingat tersebut: 

1.       Putuskan Rancangan Blueprint untuk Istana  Pikiran-mu Sendiri


Walaupun pada dasarnya kita membutuhkan imajinasi untuk melakukan metode mengingat mind palace, namun akan lebih baik jika rancangan istana kita berasal dari tempat yang benar-benar ada di dunia nyata, dan tempat tersebut haruslah tempat yang familiar dan benar-benar bisa kita kenal. Sebagai dasarnya, kita bisa menggunakan misalnya kamar tidur kita. Untuk tempat yang lebih luas, kita bisa menggunakan setiap sudut rumah kita, halaman, pasar swalayan, atau tempat-tempat lainnya. 

2.       Tentukan Rutenya




Jika kita ingin mengingat sesuatu dalam susunan yang terurut, sangatlah penting bagi mind palace yang kita rancang untuk memiliki rute tertentu, baik itu di dunia nyata, atau di dalam pikiran kita. Namun jika tidak perlu bagi kita untuk membuatnya terurut, maka silahkan lewati tahap ini. 

3.       Identifikasikan Tempat Tertentu di Istanamu



Ketika kita menggunakan memory palace, kita akan meletakkan hal yang harus kita ingat baik itu materi pelajaran sekolah, potongan pidato, nama atau hal lainnya di lokasi-lokasi tertentu di rute yang kita tentukan. Kita misalkan seperti ini, jika kita menggunakan kamar sebagai blueprint, maka kita bisa meletakkan apa yang harus kita ingat di misalnya lukisan, bantal, meja belajar, atau lain sebagainya, dan pastikan satu sama lain haruslah kontras sehingga kita tidak akan tertukar nantinya. 

4.       Ingatlah Memory Palace-mu Sendiri



Supaya memory palace menjadi sangat efektif, kita harus mengingat semua rute secara jelas, rinci dan mendetail. Ketika kita tidak ada di tempat yang dijadikan mind palace, cobalah visualisasikan tempat tersebut, lalu ingat-ingatlah berbagai mental image pada rute yang telah kita masukkan ke dalam otak kita. Ingat, rute lokasi yang kita bayangkan, haruslah sejelas mungkin, sedetail mungkin, dengan spesifikasi warna dan ukuran yang jelas dan rinci, bahkan baunya sendiri harus jelas. Gunakan kesemua indera secara menyeluruh sehingga kita bisa mengingatnya dengan sangat jelas. Atau kita bisa berjalan-jalan langsung sambil membayangkan imej-imej yang kita ingat.

5.       Tempatkan Apa yang Ingin Kita Ingat di Istanamu



Ketika konstruksi istana pikiran kita telah berhasil dibangun dan ditempatkan di dalam pikiran kita, maka kita telah siap menggunakannya. Simpan berbagai informasi yang ingin kita ingat di dalam rute istana kita. Sebagai contoh, jika istanamu adalah rumahmu, dan kita ingin mengingat sebuah teks pidato, maka kita akan menempatkan kalimat pertama di lubang kunci pintu masuk rumah kita. Jangan masukkan terlalu banyak informasi di dalam satu tempat. Jika apa yang kita ingat harus saling terpisah satu sama lain, masukkanlah apa yang ingin kita ingat tersebut di berbagai tempat yang berbeda. Lebih baik kalau rute penyimpanannya tersusun sehingga lebih mudah untuk mengingatnya.  

6.       Gunakan Simbol



Untuk mengingat suatu materi, kita tidak perlu menggunakan kata atau kalimat atau benda tersebut secara utuh. Cukup gunakan simbol yang bisa menunjukkan hal tersebut. Sebagai contoh apabila kita ingin mengingat sebuah masjid bernama arrahman, maka bayangkan lukisan simbol bulan sabit dengan bintang, dengan mp3 surat arrahman keluar dari lukisan tersebut. 


7.       Jadilan Lebih Kreatif

Imej yang kita masukkan ke dalam istana pikiran kita, haruslah sebisa mungkin bisa diingat dengan jelas. Biasanya, imej dalam ingatan akan terlihat jelas apabila imej tersebut bersifat konyol ataupun absurd, dilebih-lebihkan, atau apabila imej tersebut terhubung dengan emosi si pengguna istana pikiran (baik itu marah, senang, rasa mual, rasa jijik, dan lain sebagainya). Misal, angka seperti 124 susah untuk diingat. Namun, jika kita membayangkan sebuah tombak (sebagai ganti angka 1), menusuk angsa (sebagai ganti angka 2) membuatnya terbelah menjadi 4 bagian (sebagai ganti angka 4). Memang, imej hal ini akan mengganggu pikiran kita, namun emosi seperti inilah yang akan membuat kita bisa mengingatnya dengan jelas. 


8.       Masukkan Metode Mengingat Mnemonic lain ke Dalam Istana Pikiran Kita
 

Dengan memasukkan metode mnemonic lain ke dalam istana pikiran yang telah kita rancang, maka semakin mudah pula bagi kita untuk mengingat hal-hal yang ingin kita ingat. Pada Buku Harry Lorrayne “How to Develop a Super Power Memory” misalnya, terdapat berbagai metode mengingat mnemonic yang dirancang bertahap dan akan sangat membantu mengembangkan istana pikiran yang akan kita buat. Sebagai contoh, Bung Karno pendiri bangsa ini menciptakan berbagai mnemonic yang membuat berbagai pidato dan perkataan beliau bisa diingat oleh rakyat Indonesia (dan membuat beliau populer). Contohnya, “jas merah”  (jangan sekali-kali melupakan sejarah) dan “berdikari” (berdiri di atas kaki sendiri), lalu masukkan berbagai mnemonic tersebut ke dalam istana pikiran kita. Hal ini, akan mempermudah apa yang ingin kita ingat. 


9.       Jelajahilah Istanamu
Setelah kita memasukkan berbagai hal yang ingin kita ingat ke dalam istana kita, jelajahilah kembali istanamu di dalam pikiranmu. Semakin sering kita menjelajahi istana pikiran kita, semakin mudah kita menggali konten yang ingin kita keluarkan dari pikiran kita. 


10.   Gunakan Istanamu
Setelah kita berhasil memasukkan apa yang ingin kita ingat ke dalam istana pikiran kita, kita bisa mengeluarkan kembali ingatan tersebut cukup dengan berjalan-jalan di rute ingatan yang telah kita gunakan, secara mental tentunya. Jika kita ingin mengingat teks pidato misalnya, cukup ikuti rute sesuai dengan urutan teks pidato tersebut. Dengan banyak-banyak latihan, kamu akan mampu mengingat berbagai rute ke berbagai tempat spesifik di dalam istana pikiranmu.


11.   Bangunlah Istana Baru

Istana Pikiran bisa digunakan lagi dan lagi, apabila kita hanya menggunakannya dalam jangka waktu tertentu (jangka pendek). Cukup dengan menimpah (replacing) ingatan yang kita gunakan dengan ingatan yang baru. Namun, apabila kita ingin menggunakan ingatan tersebut kembali, maka kita harus membangun kembali istana baru untuk menyusun kembali informasi yang berbeda. Sebagai contoh, kita menggunakan rumah kita untuk mengingat materi biologi, maka selanjutnya kita bisa menggunakan pasar di depan kita untuk mengingat materi fisika.

Sama seperti metode mengingat lainnya, metode mengingat mind palace membutuhkan latihan untuk menguasainya. Namun, apabila kita mampu menguasai latihan ini, maka manfaatnya akan sungguh luar biasa. Kita akan mampu mengingat nomor telepon, wajah orang yang bertahun-tahun kita temui dulu, berbagai materi pelajaran seperti kimia dan biologi, ensiklopedia dan berbagai ilmu pengetahuan yang lain yang tentunya diperlukan oleh detektif.


Selamat Mencoba!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar