Minggu, 12 Juni 2016

Sering Disebut Kurang Peka? Inilah 5 Bahasa Tubuh Orang Bahagia Yang Mungkin Sering Kamu Salah Artikan




Para pembaca setia detektifpedia, pada kesempatan kali ini saya akan kembali membahas mengenai bahasa tubuh (body language). Bahasa tubuh yang akan saya bahas pada kesempatan ini adalah bahasa tubuh yang paling jelas kita lihat, bahasa tubuh orang yang sedang senang/bahagia. 

Senang adalah salah satu ekspresi tubuh di saat orang bahagia. Orang yang sedang senang, umumnya memiliki bahasa tubuh yang sangat jelas. Namun ada beberapa jenis ekspresi dan bahasa tubuh yang umumnya dikenal dengan rasa senang, namun ternyata memiliki arti dan makna yang jauh berbeda. Banyak di antara kita yang tidak mengenali hal ini sehingga kita sering dituduh sebagai orang yang tidak peka. Tanpa bertele-tele lagi, berikut adalah ekspresi-ekspresi yang menunjukkan rasa senang.

1.   Senyum
Salah satu ekspresi yang menunjukkan rasa senang adalah senyum. Senyum adalah ekspresi dasar dari rasa senang. Ekspresi yang muncul tepat sebelum kita tertawa. Namun, tidak semua senyuman memiliki arti sebagai rasa senang. Beberapa jenis senyuman bahkan tidak ada hubungannya dengan kebahagiaan. Karena itulah dengan mengenali berbagai macam senyuman, kita akan mampu membaca pikiran dan keadaan dari orang yang kita amati. Berikut adalah berbagai macam senyum yang mungkin sering kita salah artikan:

a.     Senyum “Genuine”

Di antara berbagai jenis senyuman, senyum tulus merupakan salah satu jenis mikro-ekspresi yang menunjukkan ekspresi rasa senang secara murni. Senyum ini memiliki karakteristik dimana saat tersenyum, otot pipi mengangkat ke atas (hingga terlihat menonjol). Orang yang biasanya sering tersenyum seperti ini digolongkan sebagai ekstrovert dan memiliki kemampuan sosialisasi yang baik. 





b.   Senyum Palsu

Di antara berbagai jenis senyuman, senyum palsu adalah salah satu jenis senyuman yang paling sering kita lihat, namun paling susah kita kenali. Senyum ini bermacam-macam, namun pada intinya senyum ini memiliki karakteristik dimana kita tidak tersenyum secara penuh (tidak seperti pada senyum “genuine”) dan memiliki otot pipi yang cenderung turun. Untuk lebih jelasnya, coba lihat perbandingan 2 gambar di bawah. Gambar yang dikanan adalah senyum asli (genuine) yang memiliki karakteristik pipi yang naik. Coba bandingkan dengan gambar Jennifer Aniston di sebelah kiri. Apabila seseorang menggunakan senyum ini di saat dia menjawab pertanyaan kita, maka ada kemungkinan yang sangat besar kalau orang tersebut berbohong, jadi waspada terhadap senyum ini.



c.    Senyum Takut

Senyum takut sebenarnya merupakan salah satu jenis senyum palsu. Namun karena emosinya lebih spesifik, saya memisahkannya pada nomor c (tidak digabungkan dengan poin sebelumnya). Senyum ini, muncul dikarenakan kita melihat perilaku seseorang yang menakutkan, namun karena kita tidak ingin ekspresi takut muncul maka ekspresi senyum juga ikut muncul (sebagai pengalihan).


Biasanya ekspresi ini muncul apabila kita melihat kenalan atau teman kita melakukan hal yang sangat tidak biasa dan hal ini membuat kita gemetar. Hal lain yang membuat ekspresi ini muncul adalah ketika kita telah melakukan hal yang menakutkan sebelumnya (contohnya menaiki wahana roller coster), namun berusaha menyembunyikan ekspresi takut supaya terlihat kuat. Ekspresi ini memiliki karakteristik khusus dimana mata terangkat seperti pada orang ketakutan, namun mulut tersenyum (silahkan baca: 7 Ekspresi Dasar Wajah Manusia untuk lebih jelasnya). Sebagai sontoh,lihat gambar di atas. Gambar di atas adalah foto dari seorang anak Palestina di Qalqili. Walaupun dia tersenyum ke arah kamera, kita bisa melihat rasa takut di matanya.


d.   Senyum Meremehkan


Pada postingan sebelumnya yang berjudul 7 Ekspresi Dasar Wajah  Manusia (link di atas), saya telah menyebutkan mengenai salah satu ekspresi dasar yang menunjukkan kita tidak menyukai perilaku seseorang yang disebut “contempt”. Orang Indonesia biasa menyebut contempt dengan sebutan senyum meremehkan, walaupun sebenarnya ekspresi ini tidak mutlak meremehkan. Senyum ini memiliki karakteristik dimana salah satu sisi ujung bibir terangkat ke atas. Biasanya perilaku ini sering tercampur dengan rasa takut sehingga terkadang kita melihat kalau orang yang memiliki ekspresi ini juga memiliki mata yang naik.

e.   Senyum Jijik


Ketika wajah kita mengekspresikan rasa jijik, maka bibir dan hidung kita akan naik sehingga muncul garis-garis horizontal di antara alis. Namun ketika kita merasa agak jijik dan merasa lucu di saat bersamaan, maka kita akan mengekspresikan hal ini sambil tersenyum. Perempuan umumnya melakukan ekspresi ini ketika mendengar candaan jorok teman laki-lakinya, atau ketika melihat tingkah laku seseorang yang menurutnya lucu, namun agak mengganggu.

2.   Tertawa
 
Om Albert Lagi Tertawa
Ekspresi lain yang menunjukkan ekspresi rasa senang dan bahagia secara eksplisit adalah tertawa. Tertawa adalah ekspresi yang muncul setelah kita melakukan senyum. Sama seperti pada senyum, tertawa memiliki jenis yang bermacam-macam dan umumnya memiliki klasifikasi yang sama seperti pada saat kita tersenyum sehingga saya rasa saya tidak perlu menuliskannya lagi.

3.   Wajah Penuh
 

Salah satu ekspresi wajah yang menunjukkan kalau seseorang sedang senang, bahagia atau memiliki mood yang baik adalah wajah yang penuh. Ekspresi ini memiliki karakteristik yang cukup mudah dikenali yaitu mata yang penuh, ukuran bibir yang besar secara maksimal dan ekspresi yang penuh dengan rasa rileks. Supaya bisa membedakannya, coba lihat kedua gambar di atas. ekspresi yang kiri menunjukkan ekspresi “wajah penuh”. Ekspresi ini menunjukkan mood yang baik.  Coba bandingkan dengan ekspresi pada gambar di kanan yang menunjukkan kalau dia sedang tertekan (bibir mengecil).

4.   Tubuh yang Rileks

Orang yang bahagia dan memiliki mood yang baik, umumnya memiliki bahasa tubuh yang rileks, nyaman dan tidak kaku. Sebaliknya, orang yang tertekan justru memiliki bahasa tubuh yang tegang dan kaku. Hal ini bisa kita bedakan dengan melakukan pengamatan. Sebagai contoh, lihat kedua orang di bawah. Silahkan bedakan mana yang rileks dan mana yang tegang!














5.   Postur Positif
Ketika orang bahagia dan memiliki mood yang baik, maka dia akan mengeluarkan bahasa tubuh yang positif dan nyaman juga aura yang meyakinkan. Di antara berbagai jenis bahasa tubuh, kita bisa melihat rasa yakin seseorang dari postur tubuhnya. Sebagai contoh ketika seseorang merasa percaya diri atau tertarik akan suatu topik, maka dia akan mencondongkan tubuhnya ke arah depan. Apabila dia merasa nyaman dengan lawan bicaranya, maka dia akan meniru gerakan-gerakan orang tersebut (mirroring). Hal ini bisa kita identifikasi dengan mudah melalui observasi dan pengamatan.

Melalui pengamatan terhadap bahasa tubuh, kita bisa membaca emosi dan pikiran dari orang-orang yang ada di hadapan kita. Karena itulah, kemampuan pengamatan ini mesti kita latih (silahkan baca: 4 Latihan Observasi Menurut Pakar dan Sumber). Dengan melatih kemampuan ini, kita akan menjadi lebih peka akan sekeliling kita dan memiliki wawasan lebih terhadap kejadian-kejadian yang ada di sekitar. Tidak hanya itu, penguasaan terhadap bahasa tubuh/body language bisa memperbaiki hubungan sosial kita. Apabila kamu masih kurang jelas, silahkan tanyakan pada kolom komentar atau tanyakan langsung ke fanspage Facebook DETEKTIFPEDIA.

Jumat, 27 Mei 2016

7 Ekspresi Dasar Wajah Manusia




Sebelumnya mungkin saya terlalu terburu-buru untuk menjelaskan mengenai bahasa tubuh/body language sehingga saya tidak memberikan kepada anda-anda sekalian informasi mengenai dasarnya terlebih dahulu (baca: Identifikasi Bahasa Tubuh, 3 Hal Yang Menunjukkan Anda Bosan). Nah, pada kesempatan ini saya akan menjelaskan dasar dari bahasa tubuh tersebut. 

Salah satu jenis identifikasi bahasa tubuh/body language yang paling membantu kita untuk mengenali berbagai macam emosi dan membantu kita dalam membaca orang lain adalah Mikroekspresi. Apa itu mikroekspresi? Menurut Christoper Hadnagy dalam bukunya Social Engineering: The Art of Human Hacking, Mikroekspresi adalah berbagai jenis ekspresi yang tidak mudah untuk dikontrol dan terjadi atas reaksi terhadap emosi-emosi tertentu. Walaupun tidak mudah untuk dikontrol, mikroekspresi terkadang susah untuk dikenali karena bisa saja hanya muncul sebentar (bisa sampai 1/25 detik), sehingga kita mesti jeli untuk melihat ekspresi-ekspresi ini. 

Pada tahun 1972, dr. Paul Ekman mengidentifikasi 6 jenis ekspresi universal yang terjadi pada manusia, lalu kemudian bertambah menjadi 7 buah. Berikut adalah ekspresi-ekspresi universal berikut:

1.   Marah

Ekspresi Kemarahan
Dari berbagai ekspresi yang terdapat pada manusia, marah adalah yang paling menonjol dan paling mudah dikenali. Saat kita sedang marah, bibir akan mengecil dan tegang (dikarenakan tekanan) dan alis ditekuk ke bawah dan seolah ingin disatukan satu sama lain. Hal ini menyebabkan terjadinya karakteristik yang paling menonjol saat kita marah yaitu sorot mata dan munculnya 2 garis vertikal di antara alis.

Mengenai ekspresi marah, dr. Paul Ekman menyarankan untuk melatihnya dengan langkah-langkah berikut:

dr. Paul Ekman

a.  Tarik kedua alis turun. Kemudian buat seolah kedua alis tersebut ingin disatukan menggunakan kekuatan wajah. Cobalah untuk seolah kita ingin membuat bagian dalam alis kita ingin menyentuh hidung. 

b.  Saat alis turun, cobalah untuk membuka lebar mata tanpa mengubah bentuk alis yang telah dikondisikan sebelumnya.

c.    Tekan kedua bibir satu sama lain bersama-sama. Tidak usah mengkerutkan bibir, cukup tekan satu sama lain.

d.    Lakukan sorotan mata yang tajam (mempelototi)

Cobalah untuk melakukan langkah-langkah di atas, dan kalian akan menyadari adanya emosi yang muncul seiring dengan ekspresi yang kita lakukan. Lakukan latihan ini hingga benar dan lakukan di depan cermin.

2.   Jijik

Jijik adalah emosi kuat yang muncul akibat reaksi terhadap sesuatu yang tidak kita suka. Perasaan ini biasanya tidak hanya muncul pada objek tertentu saja, namun hal ini muncul juga pada hal-hal yang menyangkut keyakinan atau perasaan seseorang. Hal-hal seperti bau busuk, makanan yang dibenci, dan bahkan hanya membayangkan saja emosi ini bisa muncul. Ekspresi jijik biasanya memiliki karakteristik bibir atas yang terangkat sehingga gigi terlihat dan hidung mengerut. Seorang perekayasa sosial yang ahli, menggunakan emosi ini untuk melihat selera atau ide yang tidak disukai oleh targetnya.

3.   Contempt

Emosi jijik yang berbeda dengan jijik pada poin 2 ini dikenal dalam Bahasa Inggris dengan sebutan contempt. Emosi ini muncul hanya karena jijik terhadap tindakan manusia tertentu bukan karena selera, bau atau hal-hal lain seperti pada nomor 2. Salah satu ciri yang menonjol pada perasaan contempt adalah terangkatnya sebelah ujung bibir. Kita mengenal ekspresi ini dengan sebutan ekspresi meremehkan. Emosi contempt biasanya sering muncul seiring dengan munculnya kemarahan. Jika kalian sedang bersosialisasi dengan orang lain, maka hindari sebisa mungkin ekspresi ini.

4.   Takut

Rasa takut adalah salah satu jenis ekspresi dasar lainnya yang muncul pada manusia. Untuk memunculkan rasa takut, silahkan lakukan eksperimen ini:
a.       Angkat alismu setinggi mungkin
b.  Sebisa mungkin, buat mulutmu “jatuh” ke bawah dan tarik sudut mulut/bibir seolah ada yang menariknya ke belakang
Bagaimana? apa yang kamu rasakan? Apa yang terjadi pada tangan dan perut saat melakukan ekspresi ini? Jika kamu ingin melatih ekspresi ini, silahkan bayangkan situasi yang paling menakutkan pada hidupmu.

5.   Terkejut

Ekspresi terkejut adalah ekspresi dasar lainnya yang hampir mirip dengan ekspresi takut sehingg sulit untuk dibedakan. Perbedaan yang paling mencolok antara ekspresi takut dan terkejut adalah rahang dan alis. Pada saat terkejut, alis lebih luas dan lebar sementara rahang jatuh ke bawah sehingga mulut terbuka (istilah kerennya: melongo).

6.   Sedih

Sedih merupakan salah satu emosi kuat lainnya yang mampu membuat orang lain di sekitar kita melakukan hal yang sama. Ketika kita melihat orang lain mengekspresikan rasa sedih, maka kita akan melihat orang-orang di sekelilingnya melakukan hal yang sama, bahkan ada yang sampai menangis.

Yang unik dari rasa sedih ini adalah rasa sedih tidak selalu harus muncul melalui rasa yang mendalam. Kesedihan juga bisa terlihat hanya melalui salah satu bagian wajah saja. Mungkin kita pernah melihat kejadian di mana orang tersenyum sementara matanya menunjukkan ekspresi sedih?

7.   Gembira

Ekspresi terakhir yang paling mudah untuk dikenali adalah rasa gembira. Rasa gembira ini biasanya mampu kita lihat melalui ekspresi senyum dan tawa. Hanya saja, hati-hati untuk membedakan antara senyum palsu dan senyum asli dikarenakan cukup susah untuk membedakannya. Senyum asli memiliki karakteristik pipi yang lebih naik daripada senyum-senyum palsu.

Sumber:       1. Social Engineering: The Art of Human Hacking
2. Emotions Revealed


Rabu, 25 Mei 2016

Identifikasi Bahasa Tubuh, 3 Hal yang Menunjukkan Rasa Bosan


Sebenarnya saya merasa agak aneh. Ketika saya melakukan riset kata kunci mengenai bahasa tubuh/body language di Google Adwords,  hanya sedikit sekali orang Indonesia melakukan searching di google menggunakan kata/frase ini. Padahal, kemampuan untuk mengidentifikasi bahasa tubuh sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Apabila mampu dipraktekkan, kemampuan membaca bahasa tubuh atau body language akan banyak berguna dalam bisnis, negosiasi, mencegah kejahatan, penyelidikan dan memperbaiki hubungan dengan keluarga. Kemampuan inilah yang disebut dengan social skill, keterampilan yang akan meningkatkan kemampuan kita dalam berkomunikasi dan  bersosialisasi dengan orang lain.

Dengan latar belakang tersebut, maka saya ingin menuliskan beberapa artikel mengenai identifikasi bahasa tubuh spesifik dan dimulai dengan bahasa tubuh yang menandakan kebosanan pada artikel ini.

Bosan adalah perilaku yang terjadi dikarenakan kita melakukan hal yang sama terus menerus atau menunggu terlalu lama. Perilaku rasa bosan ini, umumnya bisa kita lihat di tempat-tempat umum, dimana kita harus menunggu seperti di halte, pinggir jalan, restauran, atau tempat-tempat lainnya. Terdapat beberapa indikasi yang menunjukkan kebosanan. Berikut adalah ciri-cirinya:

1.    Mikroekspresi

Orang yang sedang mengalami rasa bosan memiliki ekspresi wajah dengan kelopak mata yang agak turun seperti orang yang mengantuk (atau mungkin malah mengantuk sungguhan). Umumnya, kita akan sering melihat ekspresi ini di sekeliling kita ketika kita sedang mendengarkan pidato yang cukup panjang atau  ceramah guru di dalam kelas. Oleh karena itu, saya sarankan untuk yang sering berpidato tambahkan lelucon-lelucon segar, tambahkan emosi-emosi spesifik, atau persingkat pidatonya supaya audiens tidak memiliki ekspresi ini. Kadang orang yang memiliki ekspresi ini terlihat melakukan beberapa helaan nafas.

Pada beberapa kasus apabila kita sedang berbicara pada teman-teman kita lalu kemudian kita melihat ekspresi ini pada salah seorang dari mereka, maka kemungkinan anda membicarakan sesuatu yang sudah sering dia dengarkan secara berulang-ulang (hingga dia bosan/muak mendengarnya). Maka saya sarankan untuk mengenali konten dan isi kalimat yang membuatnya memberikan ekspresi tersebut, sehingga dia tidak merasa bosan dengan isi pembicaraan anda. Pada kasus lain, ketika kita berbicara pada orang lain mengenai suatu topik, dan dia mengeluarkan ekspresi ini plus mengecilnya bentuk bibir/memalingkan muka, maka tidak hanya dia merasa bosan dengan perkataan anda, namun dia juga merasa tertekan akibat perkataan tersebut.

Ekspresi rasa bosan ini hanya akan muncul sepersekian detik ketika anda sedang berinteraksi dengan seseorang (kadang cukup lama). Karena itulah, anda harus berupaya pada sepersekian detik tersebut untuk mampu mengidentifikasi dan mengenali ekspresi ini apabila ingin kehidupan sosial anda jauh lebih baik. Saya sarankan untuk melatih kemampuan ini, silahkan download aplikasi melatih mikroekspresi di Google Play atau di App Store.

2.    Gestur
Gestur adalah gerak atau isyarat yang dikeluarkan oleh anggota tubuh kita. Ada beberapa gestur yang menunjukkan kalau seseorang sedang merasa bosan atau tidak. Berikut adalah gestur-gestur tesebut:

a.    Penyangga Dagu


Salah satu gestur yang paling mencerminkan perasaan bosan adalah gestur menyangga dagu. Apabila anda sedang wawancara kerja atau sedang melakukan presentasi yang menentukan hidup dan mati anda, maka hati-hati apabila melihat gestur ini pada orang-orang penting di depan anda. Apabila anda melihat gestur ini, sebisa mungkin buat suasana menjadi segar kembali dengan candaan-candaan cerdas atau penjelasan yang simpel. Gestur ini bisa dilakukan karena ada tempat menyandar horizontal seperti meja atau tempat menyandar lain yang membuat audiens menopangkan dagunya. Jadi harap bedakan dengan gestur “memegang dagu” yang tidak memerlukan sandaran dan memiliki arti yang berbeda.

b.    Ketukan Jari 


Ketukan jari adalah salah satu indikasi bahasa tubuh yang menunjukkan jika seseorang merasa tidak sabar menunggu. Gestur ketukan jari ini, biasanya memang sering dilihat di tempat di mana kita mesti menunggu lama seperti di klinik, antrian tiket, atau menunggu giliran wawancara pekerjaan. Apabila kita melihat ketukan jari yang dilakukan sambil menyilangkan tangan, maka kemungkinan hal ini menunjukkan emosi yang negatif dan lebih menunjukkan sifat kesal daripada bosan. Namun apabila kita melihat hal ini selain saat menyilangkan tangan, maka kemungkinan dia luar biasa gugup. Apalagi jika ditambah dengan mengecilnya bentuk bibir yang menunjukkan tekanan. Peristiwa  ini bisa dilihat jelas di tempat tertentu seperti di ruang menunggu wawancara pekerjaan. Di era modern seperti sekarang, teknik ketukan jari ini dilampiaskan pada penggunaan HP/gadget di saat menunggu.

c.    Tarian Tap

Gestur ini disebut tarian tap karena karena saat kita melakukannya kita seperti melakukan tarian tap. Kalian tahu kan tarian tap? Tarian ini adalah tarian dimana kita menggunakan sepatu khusus dan mengetuk-ketukan kaki kita ke lantai sehingga bunyi-bunyi unik tertentu bisa terdengar di lantai. Dan gestur dimana kita mengetuk-ketukan kaki kita ini, memang mirip sekali dengan tarian tap. Sama seperti saat melakukan ketukan jari, gestur tarian tap menunjukkan rasa tidak sabar dan gugup atau bahkan kesal. Yang jelas, ketika kita mengamati gestur ini, amati juga bahasa tubuh lainnya seperti saat kita memperhatikan gestur ketukan jari.

d.    Penyangga Badan

Gestur penyangga badan, muncul pada kondisi dimana kita duduk di lantai. Gestur ini merupakan improvisasi dari teknik menyender (lihat pada bagian postur), dan muncul akibat melakukan postur yang sama dalam waktu yang lama.

   
3.    Postur Menyender

Postur adalah sikap tubuh seseorang. Ada beberapa gestur tertentu yang menandakan seseorang sedang bosan atau tidak. Namun, postur yang paling terlihat jelas adalah postur menyender. Entah itu ke samping, depan, ataupun belakang hal ini sangatlah jelas apabila melihat ekspresi mereka. Sikap menyender, muncul akibat lelah melakukan suatu postur tubuh tertentu dalam waktu yang lama. Anda akan banyak melihat hal ini pada orang yang sedang menunggu angkutan umum di halte, atau orang yang menunggu dijemput. Gesture menyangga dagu dan menyangga badan merupakan gestur-gestur yang muncul karena tidak adanya tempat menyandar sehingga kita melakukan improvisasi untuk mengistirahatkan tubuh kita.